Akurat

Cek Fakta: Ferry Irwandi Sebut Kerusuhan Beberapa Waktu Lalu sebagai Rekayasa TNI

Idham Nur Indrajaya | 18 September 2025, 16:34 WIB
Cek Fakta: Ferry Irwandi Sebut Kerusuhan Beberapa Waktu Lalu sebagai Rekayasa TNI

AKURAT.CO Belakangan ini, sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook “Dessy Ayu Anggraini” pada Rabu, 10 September 2025, menjadi viral di media sosial. Video berdurasi singkat itu menampilkan sosok yang mengaku Ferry Irwandi menyampaikan klaim kontroversial terkait kerusuhan yang terjadi baru-baru ini. Dalam narasinya, ia menuding bahwa TNI sengaja menyusup untuk membuat kerusuhan dan menyesatkan publik.

Dalam cuplikan video, terdengar Ferry Irwandi mengatakan:

“Kerusuhan kemarin itu jelas rekayasa TNI saya punya feeling kuat bahwa intel-intel mereka sengaja menyusup untuk bikin kacau supaya publik takut demo lagi. Buktinya polisi bilang A tapi TNI bilang B jelas mereka sedang menutupi sesuatu. Jadi jangan percaya kalau ada aparat ngomong karena mereka semua cuma main sandiwara.”

Sejak diunggah, video ini telah ditonton lebih dari 500 ribu kali, disukai lebih dari 12 ribu kali, menuai 3.400 komentar, dan dibagikan 728 kali hingga Kamis, 18 September 2025.

Bagaimana Tim Pemeriksa Fakta Menindaklanjuti Video Ini?

Menanggapi klaim yang tersebar, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan investigasi mendalam. Mereka memanfaatkan beberapa alat teknologi canggih untuk menilai keaslian video tersebut.

  1. Deteksi Suara Deepfake
    Menggunakan Hiya Deepfake Voice Detector, tim menemukan bahwa pada detik 0:01 hingga 0:05, suara yang terdengar di video memperoleh skor sangat rendah, yaitu 1/100, dengan kesimpulan:

    “The sampled voice is likely a deepfake.”

  2. Analisis AI Lanjutan
    Selanjutnya, tim menggunakan Hive Moderation, alat pendeteksi konten buatan AI. Hasilnya menunjukkan bahwa 99% suara pada video tersebut kemungkinan besar dibuat menggunakan AI deepfake, terutama pada detik awal video.

Temuan ini menegaskan bahwa video yang viral tersebut tidak bisa dipercaya begitu saja. Meskipun terlihat nyata, teknologi deepfake mampu meniru suara seseorang dengan presisi tinggi sehingga menyesatkan penonton.

Mengapa Konten Deepfake Menjadi Risiko Publik?

Kejadian ini menekankan bahaya penyebaran informasi palsu di era digital, terutama yang mengklaim peristiwa politik atau keamanan. Video deepfake bisa:

  • Membingungkan publik dengan narasi yang tampak resmi

  • Mempengaruhi opini masyarakat terhadap institusi atau individu tertentu

  • Memicu ketegangan sosial apabila viral di media sosial

Oleh karena itu, sebelum menyebarkan konten kontroversial, penting untuk memeriksa fakta melalui sumber terpercaya, termasuk pemeriksaan melalui platform resmi seperti Mafindo atau media berita kredibel.

Cara Membedakan Konten Deepfake

Bagi masyarakat umum, mengenali konten deepfake bisa dilakukan dengan beberapa cara sederhana:

  1. Perhatikan ketidaksempurnaan visual atau audio, seperti suara yang terdengar tidak natural atau sinkronisasi bibir yang aneh.

  2. Cek sumber unggahan, apakah berasal dari akun resmi atau media yang kredibel.

  3. Gunakan alat pemeriksa fakta dan deteksi AI sebelum membagikan informasi lebih lanjut.

Meskipun teknologi deepfake terus berkembang, kesadaran publik tetap menjadi kunci utama untuk membatasi dampak negatifnya.

Kesimpulan

Video viral yang mengklaim kerusuhan “rekayasa TNI” ternyata tidak asli dan suara di dalamnya merupakan hasil deepfake AI. Fakta ini mengingatkan kita agar selalu kritis terhadap konten viral, terutama yang menyinggung isu sensitif seperti keamanan dan politik.

Kalau kamu tertarik dengan perkembangan ini, pantau terus update selanjutnya di Akurat.co untuk informasi terpercaya dan analisis fakta mendalam.

Baca Juga: TNI Harus Terbuka Soal Tindakan Ferry Irwandi yang Dinilai Ancam Pertahanan Siber

Baca Juga: Ferry Irwandi ‘Dikepung’ Jenderal TNI

FAQ

1. Apakah video Ferry Irwandi yang viral itu asli?
Tidak, berdasarkan pemeriksaan Fakta Mafindo dan alat deteksi deepfake, suara di video tersebut hampir seluruhnya dibuat menggunakan AI, terutama pada detik awal video.

2. Apa itu deepfake?
Deepfake adalah teknologi yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat audio atau video palsu yang tampak nyata, sehingga bisa meniru suara dan wajah seseorang secara meyakinkan.

3. Bagaimana cara mengetahui video deepfake?
Beberapa tanda video deepfake antara lain:

  • Suara terdengar tidak natural atau sinkronisasi bibir aneh

  • Visual tampak tidak konsisten atau ada distorsi halus

  • Sumber unggahan tidak berasal dari akun resmi atau media kredibel

  • Bisa memeriksa dengan alat pendeteksi AI atau platform pemeriksa fakta

4. Mengapa video ini menjadi viral?
Video ini viral karena klaimnya yang kontroversial tentang kerusuhan “rekayasa TNI” dan disebarkan di media sosial dengan jumlah interaksi tinggi, termasuk komentar dan share.

5. Apakah konten deepfake berbahaya?
Ya, konten deepfake dapat menyesatkan publik, memicu ketegangan sosial, dan memengaruhi opini masyarakat, terutama jika viral di media sosial.

6. Apa yang harus dilakukan jika menemukan video seperti ini?
Sebaiknya jangan langsung membagikan video. Lakukan:

  • Cek sumbernya dan kredibilitas akun

  • Gunakan pemeriksa fakta atau alat deteksi AI

  • Tetap kritis terhadap klaim yang kontroversial

7. Di mana bisa memeriksa fakta konten viral?
Beberapa platform resmi antara lain: Mafindo (TurnBackHoax), media berita terverifikasi, dan alat deteksi AI seperti Hiya Deepfake Voice Detector atau Hive Moderation.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.