Akurat

Aksi Kemanusiaan Ferry Irwandi Dinilai Cerminkan Nilai Pancasila

Herry Supriyatna | 15 Desember 2025, 21:37 WIB
Aksi Kemanusiaan Ferry Irwandi Dinilai Cerminkan Nilai Pancasila

AKURAT.CO Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menyarankan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan penghargaan kepada aktivis sekaligus konten kreator Ferry Irwandi.

Menurut Willy, aksi Ferry dalam tanggap darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

“Mari kita menjadi bangsa yang pemaaf dan tidak pelit memberikan apresiasi. Salah satunya kepada Ferry Irwandi,” ujar Willy dalam Forum Refleksi Tahunan 2025 BPIP yang digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Willy menilai Ferry Irwandi layak mendapat apresiasi atas inisiatifnya melakukan penggalangan dana untuk tanggap darurat bencana, sekaligus menyalurkan bantuan tersebut secara transparan kepada para korban.

Aksi tersebut dinilainya sebagai wujud nyata nilai gotong royong dalam Pancasila.

Selain Ferry, Willy menyebut BPIP juga dapat memberikan penghargaan kepada figur-figur lain dari berbagai sektor yang merepresentasikan nilai-nilai Pancasila.

Di antaranya aparat kepolisian dan TNI, bidan, dokter, guru, birokrat, aparatur sipil negara, pekerja swasta, hingga aktivis sosial.

“Tahun depan, di Refleksi 2026, kita hadirkan figur-figur seperti itu di sini,” katanya.

Baca Juga: Jumlah Penduduk Jakarta Tembus 11 Juta Jiwa di Semester I-2025, Terbanyak di Jaktim

Ia menegaskan BPIP memiliki peran strategis sebagai katalisator perubahan struktural, kultural, dan natural di tengah masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Pancasila berfungsi sebagai “pelumas” yang menggerakkan perubahan di berbagai sektor kehidupan.

Willy juga menekankan bahwa Pancasila seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai konsep normatif, melainkan dijadikan panduan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Pancasila jangan ditempatkan di ruang yang sunyi dan tak terjamah. Pancasila adalah keseharian kita semua. Jangan terjebak pada narasi besar saja, karena Pancasila justru hidup dalam hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.