Profil dan Kekayaan Dadan Hindayana: Kepala BGN yang Viral Main Golf di Tengah Bencana, Ini Rekam Jejak dan Hartanya

AKURAT.CO Nama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mendadak ramai dibicarakan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya bermain golf di Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial. Video yang beredar pada pertengahan Desember 2025 itu menuai beragam reaksi, terutama karena muncul di tengah kabar bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh. Di balik polemik tersebut, publik pun mulai mencari tahu siapa sebenarnya Dadan Hindayana, bagaimana latar belakangnya, serta berapa total harta kekayaan yang ia miliki sebagai pejabat negara yang dipercaya Presiden Prabowo Subianto mengelola program strategis nasional.
Siapa Dadan Hindayana? Ini Profil Lengkap Kepala BGN
Dadan Hindayana dikenal sebagai akademisi dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman panjang di bidang pertanian dan ilmu serangga. Ia lahir di Garut, Jawa Barat, pada 1967, dan sejak muda menekuni dunia akademik hingga menembus kancah internasional.
Pendidikan tingginya dimulai di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia menyelesaikan studi S1 Proteksi Tanaman pada 1990 dan tercatat sebagai lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan. Prestasi akademik tersebut menjadi fondasi kuat bagi perjalanan kariernya di dunia riset dan pendidikan.
Setelah lulus dari IPB, Dadan melanjutkan pendidikan ke Jerman. Ia menempuh studi S2 Entomologi Terapan di Universitas Bonn, kemudian meraih gelar doktor dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover pada tahun 2000. Gelar yang diraihnya, Dr. rer. Hort, diperoleh melalui riset di bidang Entomologi Terapan yang menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Saat ini, Dadan Hindayana berstatus sebagai dosen di IPB, khususnya pada program studi Entomologi. Selain aktif mengajar, ia juga dikenal luas sebagai akademisi yang terlibat dalam pengembangan kebijakan dan kelembagaan.
Rekam Jejak Karier: Dari Kampus ke Jabatan Strategis Negara
Selain berkiprah di dunia pendidikan, Dadan Hindayana memiliki pengalaman panjang di ranah birokrasi dan pengelolaan institusi. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha IPB, posisi strategis yang berkaitan dengan penguatan organisasi dan kewirausahaan kampus.
Ia juga sempat dipercaya sebagai Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan (STPK) Banau Jailolo di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Di luar itu, Dadan kerap terlibat sebagai konsultan lintas kementerian, terutama dalam isu pertanian, pendidikan, dan pembangunan sumber daya manusia.
Pengalaman akademik dan birokrasi inilah yang kemudian mengantarkannya dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Badan Gizi Nasional (BGN). Lembaga ini memegang peran penting dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan skala anggaran yang sangat besar, mencapai puluhan triliun rupiah.
Dadan Hindayana Jadi Sorotan Usai Video Main Golf Viral
Sorotan publik terhadap Dadan Hindayana mencuat setelah beredarnya video yang menampilkan sosok pria diduga dirinya sedang bermain golf di Bogor. Dalam video tersebut, Dadan terlihat mengenakan atasan hijau, celana dan topi putih, kacamata hitam, sarung tangan, serta memegang stik golf.
Video itu pertama kali ramai dibagikan di media sosial X oleh akun @UmarHasibuan__ pada 18 Desember 2025. Dalam unggahannya, muncul pertanyaan apakah video tersebut merupakan rekaman lama atau terbaru, mengingat beredar pula klaim bahwa Dadan telah dicopot dari jabatannya.
Narasi yang menyertai video menyebutkan bahwa aktivitas bermain golf itu terjadi di tengah bencana banjir yang melanda Sumatera dan Aceh. Kondisi tersebut memicu kemarahan warganet, terutama karena banyak warga terdampak bencana dilaporkan mengalami kesulitan pangan.
Sebagai Kepala BGN yang bertanggung jawab atas urusan gizi nasional dan ketahanan pangan, gaya hidup Dadan pun menjadi bahan perdebatan publik. Banyak warganet mempertanyakan etika pejabat negara dan menilai sikap empati terhadap kondisi rakyat seharusnya lebih dikedepankan.
Berapa Kekayaan Dadan Hindayana? Ini Data Resmi LHKPN
Di tengah polemik yang berkembang, perhatian publik juga tertuju pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Dadan Hindayana. Berdasarkan data yang tercatat di situs resmi KPK, Dadan melaporkan harta kekayaannya pada 14 Maret 2025.
Total kekayaan Kepala BGN tersebut tercatat sebesar Rp9.022.400.000 atau sekitar Rp9,02 miliar, tanpa memiliki utang. Laporan ini menjadi yang pertama sejak pelantikannya pada Agustus 2024, setelah KPK mengingatkan kewajiban pelaporan maksimal tiga bulan setelah menjabat.
Aset Terbesar: Tanah dan Bangunan di Bogor
Porsi terbesar harta kekayaan Dadan Hindayana berasal dari aset properti. Nilai tanah dan bangunan yang ia miliki mencapai Rp5,9 miliar. Aset tersebut terdiri dari:
-
Tanah dan bangunan seluas 150 meter persegi dan 250 meter persegi di Kota Bogor senilai Rp2 miliar
-
Sebidang tanah seluas 459 meter persegi di wilayah Bogor dengan nilai Rp3,9 miliar
Seluruh aset properti tersebut tercatat sebagai hasil sendiri.
Koleksi Kendaraan Bernilai Rp1,4 Miliar
Selain properti, Dadan Hindayana juga melaporkan kepemilikan tiga unit mobil dengan total nilai Rp1,4 miliar, yakni:
-
Mazda CX-5 tahun 2023 senilai Rp675 juta
-
Honda HR-V 1.5L SE CVT tahun 2024 senilai Rp330 juta
-
Mazda CX-3 1.5 (4x2) A/T tahun 2023 senilai Rp395 juta
Semua kendaraan tersebut juga dilaporkan sebagai hasil sendiri.
Kas, Harta Bergerak, dan Tanpa Utang
Dalam laporan yang sama, Dadan mencantumkan harta bergerak lainnya senilai Rp322,4 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp1,4 miliar. Ia tidak melaporkan kepemilikan surat berharga maupun harta lainnya, serta tercatat tidak memiliki utang. Dengan demikian, total harta kekayaannya bersih tanpa pengurang kewajiban.
Klarifikasi Anggaran BGN dan Sorotan Publik
Di tengah kritik yang menguat, Dadan Hindayana juga menjelaskan bahwa prioritas anggaran awal Badan Gizi Nasional difokuskan pada pegawai non-struktural. Kelompok ini mencakup Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), ahli gizi, serta tenaga akuntan.
Dari total pagu anggaran BGN sebesar Rp71 triliun, realisasi belanja pegawai hingga Mei tercatat sangat kecil, hanya 0,01 persen atau sekitar Rp386 juta dari alokasi belanja pegawai Rp3,52 triliun.
Meski demikian, kombinasi antara video viral, posisi strategis Dadan sebagai Kepala BGN, dan besarnya nilai kekayaan yang dimiliki membuat sorotan publik tak mereda. Perdebatan mengenai gaya hidup pejabat negara dan sensitivitas sosial pun terus bergulir di ruang publik.
Penutup
Kasus yang menyeret nama Dadan Hindayana menunjukkan bagaimana figur pejabat publik tak hanya dinilai dari kinerja dan rekam jejak akademik, tetapi juga dari sikap dan citra di ruang publik. Dengan latar belakang sebagai akademisi ternama dan harta kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp9,02 miliar, perhatian publik terhadap Kepala BGN diprediksi masih akan berlanjut seiring perkembangan isu ini.
Kalau kamu tertarik mengikuti update terbaru seputar profil pejabat negara, kebijakan publik, dan isu nasional lainnya, pantau terus perkembangan informasinya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Viral Video Main Golf, Kepala BGN Mengaku untuk Silaturahmi dan Galang DonasiFAQ Profil dan Kekayaan Dadan Hindayana
1. Siapa Dadan Hindayana?
Dadan Hindayana adalah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia dikenal sebagai akademisi dan pakar entomologi yang juga berprofesi sebagai dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB).
2. Apa latar belakang pendidikan Dadan Hindayana?
Dadan Hindayana merupakan lulusan S1 Proteksi Tanaman IPB tahun 1990. Ia melanjutkan studi S2 Entomologi Terapan di Universitas Bonn, Jerman, dan meraih gelar doktor dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover pada tahun 2000.
3. Kenapa Dadan Hindayana viral di media sosial?
Nama Dadan Hindayana menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan sosok diduga dirinya sedang bermain golf di Bogor. Video tersebut viral karena dikaitkan dengan situasi bencana banjir di Sumatera dan Aceh.
4. Kapan video Dadan Hindayana bermain golf beredar?
Video tersebut ramai dibagikan di media sosial pada pertengahan Desember 2025, salah satunya melalui platform X pada 18 Desember 2025.
5. Apa jabatan Dadan Hindayana saat ini?
Dadan Hindayana menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang bertugas mengelola kebijakan dan program gizi nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis.
6. Berapa total kekayaan Dadan Hindayana menurut LHKPN?
Berdasarkan laporan LHKPN yang disampaikan ke KPK pada 14 Maret 2025, total kekayaan Dadan Hindayana tercatat sebesar Rp9.022.400.000 tanpa memiliki utang.
7. Dari mana sumber kekayaan terbesar Dadan Hindayana?
Harta terbesar Dadan Hindayana berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan di Bogor dengan total nilai Rp5,9 miliar, yang seluruhnya tercatat sebagai hasil sendiri.
8. Kendaraan apa saja yang dimiliki Dadan Hindayana?
Dadan Hindayana melaporkan kepemilikan tiga mobil, yaitu Mazda CX-5 tahun 2023, Honda HR-V 1.5L SE CVT tahun 2024, dan Mazda CX-3 tahun 2023 dengan total nilai Rp1,4 miliar.
9. Apakah Dadan Hindayana memiliki utang?
Tidak. Dalam laporan LHKPN terakhirnya, Dadan Hindayana tidak mencantumkan adanya utang sehingga total harta kekayaannya tercatat bersih.
10. Apa peran Badan Gizi Nasional yang dipimpin Dadan Hindayana?
BGN berperan dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan gizi nasional, termasuk pengelolaan anggaran besar untuk program Makan Bergizi Gratis yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat.
11. Bagaimana realisasi anggaran BGN hingga Mei 2025?
Dari pagu anggaran Rp71 triliun, realisasi belanja pegawai hingga Mei 2025 tercatat sekitar Rp386 juta atau 0,01 persen dari total alokasi belanja pegawai sebesar Rp3,52 triliun.
12. Apakah Dadan Hindayana masih menjabat sebagai Kepala BGN?
Hingga informasi terakhir yang beredar, Dadan Hindayana masih tercatat sebagai Kepala BGN. Namun, isu seputar status jabatannya sempat muncul bersamaan dengan viralnya video tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









