Akurat

Teror Sistematis terhadap DJ Donny, Iqbal Damanik, dan Sherly Annavita: Bangkai Ayam hingga Bom Molotov

Idham Nur Indrajaya | 31 Desember 2025, 15:19 WIB
Teror Sistematis terhadap DJ Donny, Iqbal Damanik, dan Sherly Annavita: Bangkai Ayam hingga Bom Molotov

 

AKURAT.CO Gelombang teror kembali mengusik ruang publik Indonesia. Dalam rentang waktu yang berdekatan, tiga figur yang dikenal vokal di ruang publik—DJ Donny, aktivis Greenpeace Iqbal Damanik, dan influencer Sherly Annavita—mengalami intimidasi serius berupa kiriman bangkai ayam, ancaman tertulis, hingga aksi kekerasan fisik berupa pelemparan bom molotov.

Rangkaian kejadian ini memicu kekhawatiran luas, bukan hanya terhadap keselamatan para korban dan keluarga mereka, tetapi juga terhadap iklim kebebasan berekspresi di Indonesia. Pola ancaman yang muncul dinilai bukan kejadian acak, melainkan memiliki kemiripan yang mengarah pada teror sistematis terhadap suara-suara kritis.

Rumah DJ Donny Dilempar Bom Molotov di Jakarta

Teror paling ekstrem menimpa Ramond Dony Adam atau DJ Donny, pemusik asal Aceh yang tinggal di Jakarta. Pada Rabu dini hari, 31 Desember 2025, sekitar pukul 03.12 WIB, dua orang tak dikenal terekam kamera CCTV melemparkan bom molotov ke arah rumahnya.

Dalam rekaman yang kemudian diunggah ke media sosial, terlihat dua pelaku mengenakan masker mendekati rumah dan melemparkan benda yang memicu api. Beruntung, api cepat padam sebelum menjalar ke area yang lebih luas, termasuk kendaraan yang terparkir di sekitar rumah. Insiden ini tidak menimbulkan kerusakan besar, namun meninggalkan trauma dan rasa waswas.

Merespons kejadian tersebut, DJ Donny menyatakan akan menempuh jalur hukum dan melaporkan peristiwa ini ke Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Ia menilai aksi tersebut sudah masuk kategori tindakan kriminal yang berpotensi membahayakan banyak orang.

Kiriman Bangkai Ayam dan Ancaman Sebelumnya

Aksi pelemparan bom molotov bukan teror pertama yang dialami DJ Donny. Dua hari sebelumnya, pada Senin, 29 Desember 2025, ia menerima paket berisi bangkai ayam dengan kepala terpotong. Paket tersebut disertai surat bernada ancaman serta foto dirinya yang dimanipulasi dengan gambar seolah lehernya tergorok.

Kiriman tersebut memperkuat dugaan bahwa teror yang dialami DJ Donny dilakukan secara terencana. Pola intimidasi ini tidak berhenti pada satu korban.

Rumah Aktivis Greenpeace Iqbal Damanik Juga Dikirimi Bangkai Ayam

Kasus serupa dialami oleh Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik. Pada Selasa pagi, 30 Desember 2025, keluarganya menemukan bangkai ayam tergeletak di teras rumah tanpa pembungkus apa pun.

Di kaki bangkai ayam tersebut terikat plastik berisi secarik kertas dengan pesan ancaman yang menyinggung keselamatan keluarga. Malam sebelumnya, Iqbal sempat mendengar suara benda jatuh di teras, namun baru menyadari adanya kiriman tersebut saat pagi hari.

Iqbal kemudian mendokumentasikan kejadian itu. Pihak Greenpeace Indonesia menduga teror tersebut berkaitan erat dengan aktivitas advokasi dan kritik yang selama ini disuarakan Iqbal, khususnya terkait banjir di Sumatra dan respons pemerintah dalam penanganan bencana.

Kritik Banjir Sumatra Diduga Jadi Pemicu Teror

Dalam beberapa waktu terakhir, Iqbal Damanik memang aktif mengunggah temuan lapangan dan analisis Greenpeace mengenai banjir di Sumatra. Kritik tersebut menyoroti persoalan deforestasi, alih fungsi lahan, serta kebijakan pembangunan yang dinilai memperparah krisis lingkungan.

Selain lewat media sosial, sejumlah juru kampanye Greenpeace juga kerap menyampaikan pandangan kritis melalui wawancara media. Aktivitas ini diduga memicu serangan digital, mulai dari komentar bernada kebencian hingga ancaman langsung melalui pesan pribadi.

Pimpinan Greenpeace Indonesia menilai, sulit untuk tidak mengaitkan teror bangkai ayam ini dengan upaya pembungkaman terhadap suara kritis masyarakat sipil yang menyoroti kebijakan pemerintah, terutama terkait isu lingkungan dan krisis iklim.

Sherly Annavita Alami Vandalisme dan Teror Serupa

Tak hanya DJ Donny dan Iqbal Damanik, influencer dan kreator konten asal Aceh, Sherly Annavita, juga melaporkan mengalami intimidasi. Ia mengungkap adanya aksi vandalisme pada mobil pribadinya serta kiriman sekantung telur busuk ke tempat tinggalnya.

Seperti dua korban lainnya, Sherly juga menerima surat bernada ancaman. Pola teror yang dialaminya memiliki kemiripan mencolok, baik dari bentuk intimidasi maupun waktu kejadian, sehingga memperkuat dugaan adanya pola terorganisir.

Pola Teror terhadap Suara Kritis Dinilai Sistematis

Greenpeace Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas maraknya teror terhadap aktivis, jurnalis, dan pegiat media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Menurut mereka, kritik publik seharusnya dipandang sebagai bagian dari demokrasi dan kontrol sosial, bukan sebagai ancaman yang harus dibungkam.

Teror semacam ini dinilai berbahaya karena dapat menciptakan rasa takut di ruang publik dan mengancam hak kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi. Meski demikian, Greenpeace menegaskan bahwa intimidasi tidak akan menghentikan perjuangan mereka dalam menyuarakan keadilan iklim, hak asasi manusia, dan demokrasi.

Polisi Diminta Usut Tuntas demi Rasa Aman Publik

Kasus yang menimpa DJ Donny, Iqbal Damanik, dan Sherly Annavita kini menjadi sorotan luas. Publik mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas seluruh rangkaian teror tersebut, mengungkap pelaku dan motif di baliknya, serta memastikan perlindungan bagi para korban.

Penanganan serius terhadap kasus ini dinilai penting, bukan hanya untuk memberikan keadilan bagi korban, tetapi juga untuk menjaga rasa aman masyarakat dan memastikan ruang kritik tetap hidup tanpa ancaman kekerasan.

Penutup

Rangkaian teror berupa kiriman bangkai ayam, ancaman tertulis, vandalisme, hingga pelemparan bom molotov terhadap DJ Donny, Iqbal Damanik, dan Sherly Annavita menjadi alarm serius bagi demokrasi Indonesia. Di tengah iklim keterbukaan informasi, intimidasi terhadap suara kritis justru berpotensi memperburuk kepercayaan publik.

Jika kamu ingin terus mengikuti perkembangan kasus ini dan isu-isu penting seputar kebebasan berekspresi serta keamanan aktivis di Indonesia, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Profil DJ Donny: Konten Kreator Asal Aceh yang Diteror Usai Vokal Kritik Kebijakan Publik

Baca Juga: Profil Iqbal Damanik, Manajer Kampanye Greenpeace yang Diteror Kiriman Bangkai Ayam

FAQ

Apa yang terjadi pada DJ Donny di Jakarta?

DJ Donny mengalami aksi teror serius di rumahnya di Jakarta. Setelah sebelumnya menerima paket berisi bangkai ayam dan surat ancaman, rumahnya dilempar bom molotov oleh dua orang tak dikenal pada dini hari 31 Desember 2025. Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan api berhasil padam sebelum menyebabkan kerusakan besar.

Kapan peristiwa pelemparan bom molotov terhadap DJ Donny terjadi?

Insiden pelemparan bom molotov terjadi pada Rabu dini hari, 31 Desember 2025, sekitar pukul 03.12 WIB di kediaman DJ Donny.

Teror apa saja yang dialami DJ Donny sebelum bom molotov?

Sebelum aksi pelemparan bom molotov, DJ Donny menerima paket berisi bangkai ayam dengan kepala terpotong. Paket tersebut juga disertai surat ancaman dan foto dirinya yang dimanipulasi dengan gambar menyeramkan.

Mengapa Iqbal Damanik diduga menjadi target teror?

Iqbal Damanik diduga menjadi target teror karena aktivitasnya sebagai Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, ia aktif mengkritik penanganan banjir di Sumatra dan menyoroti isu deforestasi serta kerusakan lingkungan.

Teror apa yang dialami Iqbal Damanik?

Rumah Iqbal Damanik dikirimi bangkai ayam yang diletakkan di teras tanpa pembungkus. Pada bangkai tersebut terdapat pesan ancaman yang menyinggung keselamatan keluarga, sehingga memicu kekhawatiran serius.

Apakah Sherly Annavita juga mengalami teror serupa?

Ya, Sherly Annavita juga mengalami teror. Ia melaporkan adanya vandalisme pada mobil pribadinya serta kiriman telur busuk ke tempat tinggalnya, disertai surat bernada ancaman.

Apakah ada kesamaan pola teror terhadap ketiga korban?

Terdapat kemiripan pola teror yang dialami ketiganya, mulai dari kiriman benda simbolik seperti bangkai ayam, pesan ancaman tertulis, hingga tindakan intimidasi fisik. Hal ini memunculkan dugaan adanya teror yang dilakukan secara sistematis.

Apakah teror ini berkaitan dengan kritik terhadap pemerintah?

Sejumlah pihak, termasuk Greenpeace Indonesia, menilai teror tersebut sulit dipisahkan dari upaya pembungkaman terhadap individu-individu yang vokal menyampaikan kritik, terutama terkait isu penanganan bencana dan kebijakan lingkungan.

Bagaimana sikap Greenpeace Indonesia terkait teror ini?

Greenpeace Indonesia mengecam keras segala bentuk teror terhadap aktivis, jurnalis, dan pegiat media sosial. Mereka menegaskan bahwa kritik publik merupakan bagian dari demokrasi dan tidak seharusnya dibalas dengan intimidasi atau kekerasan.

Apakah kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian?

DJ Donny telah menyatakan akan melaporkan kasus yang menimpanya ke Polda Metro Jaya. Publik juga mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas seluruh rangkaian teror terhadap ketiga korban.

Mengapa kasus teror ini menjadi perhatian publik?

Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut keselamatan individu, kebebasan berekspresi, dan perlindungan terhadap masyarakat sipil. Teror semacam ini dinilai dapat menciptakan rasa takut dan mengancam iklim demokrasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.