Usai Sahkan Pj Ketum, PBNU Segera Daftarkan Kepengurusan Baru ke Kemenkum

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan akan segera mendaftarkan susunan kepengurusan baru hasil rapat pleno 9 Desember 2025 ke Kementerian Hukum (Kemenkum). Langkah ini menjadi tindak lanjut atas penetapan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU.
“Ya tentu sebagai organisasi yang patuh, taat hukum, setelah selesai semua akan didaftarkan di Kemenkum,” ujar Zulfa seusai rapat pleno di Hotel Sultan Jakarta, Selasa malam.
Zulfa menegaskan seluruh mekanisme penetapan Pj Ketua Umum berjalan sesuai aturan organisasi. Pernyataan ini sekaligus menanggapi klaim Yahya Cholil Staquf—Ketua Umum PBNU hasil Muktamar ke-34—yang menyebut rapat pleno tidak sah tanpa kehadiran dirinya.
“Ada di perkumnya boleh,” kata Zulfa ketika ditanya mengenai dasar hukum pleno tanpa ketua umum.
Saat kembali ditanya apakah mekanisme itu benar diperbolehkan, ia menjawab singkat, “Sudah, sudah (diperkenankan), ya.”
Dalam rapat pleno PBNU pada Selasa (9/12/2025), Rais Syuriah PBNU M Nuh mengumumkan bahwa KH Zulfa Mustofa resmi ditunjuk sebagai Pj Ketua Umum hingga Muktamar 2026.
Baca Juga: PBNU Kubu Gus Yahya Tegaskan Rapat Pleno Syuriyah Tidak Sah, Nilai Langgar AD/ART
“Penetapan Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU masa bakti sisa sekarang ini yang mulia Bapak KH Zulfa Mustofa,” ujar Nuh saat memimpin pleno.
Zulfa sebelumnya menjabat Wakil Ketua Umum Tanfidziyah PBNU. Pengangkatan dirinya disertai penerimaan penuh peserta pleno terhadap risalah rapat harian Syuriyah PBNU tertanggal 20 November 2025.
“Alhamdulillah seluruh rapat pleno bisa menerima dengan baik apa yang telah diputuskan di rapat harian Syuriyah yang lalu,” kata Nuh.
Penetapan Pj Ketum berlangsung di tengah polemik internal PBNU yang mencuat sejak beredarnya surat edaran tertanggal 25 November 2025. Surat tersebut menyebut Yahya Cholil Staquf diberhentikan sebagai Ketua Umum PBNU mulai 26 November 2025, sesuai keputusan Syuriyah.
Baca Juga: Menteri Agama Nasaruddin Umar Harap Hasil Rapat Pleno PBNU Selesaikan Konflik Internal
PBNU dijadwalkan menggelar rapat gabungan pekan ini untuk membahas konsolidasi sekaligus menyusun jadwal menuju Muktamar 2026.
Dengan penetapan Pj Ketum dan rencana pendaftaran kepengurusan baru ke Kemenkum, langkah PBNU memasuki fase transisi formal yang akan menentukan arah organisasi dalam satu tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









