Akurat

PII 2025, Perempuan Fondasi Penting Pembangunan Nasional

Oktaviani | 4 Desember 2025, 08:54 WIB
PII 2025, Perempuan Fondasi Penting Pembangunan Nasional

AKURAT.CO Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi), Ingrid Kansil, mengatakan, perempuan merupakan fondasi penting pembangunan nasional. Harapannya, perempuan akan terus berkarya dan mengambil peran strategis dalam masyarakat.

Ipemi menggelar acara penghargaan Perempuan Inspiratif Indonesia (PII) 2025 dan peluncuran buku Perempuan Inspiratif Indonesia 2025, dalam rangka menjelang peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember. Momen ini sekaligus membuka Pameran IKM Ipemi yang berlangsung 3-5 Desember 2025.

Acara yang digelar di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Rabu (3/12/2025) ini merupakan kolaborasi antara Ipemi, Kemenperin, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Selain Ingrid dan Sekjen Ipemi Nurwahidah Saleh, acara ini turut dihadiri Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Reni Yanita, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, serta anggota DPD RI yang juga Ketua Ipemi Kalbar Erlinawati.

"Dan kali ini bersama Pemprov Kalbar. Karena tiap tahunnya, Ipemi menyajikan suguhan tematik yang selain memperkenalkan produk-produk unggulan, juga budaya, dan tarian khas daerah," ujar Ingrid dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Dia mengatakan, di tengah dinamika zaman, perempuan Indonesia membuktikan bahwa tidak hanya mampu menggerakkan keluarga, tetapi juga menggerakkan ekonomi, sosial, dan masa depan bangsa.

Sejak awal berdiri, Ipemi percaya bahwa pemberdayaan perempuan merupakan investasi terbaik bagi kemajuan Indonesia. Instrumennya, melalui program pelatihan, pendampingan UMKM, dan penguatan jejaring.

"Kami berkomitmen menghadirkan ruang bagi perempuan untuk tumbuh dan memimpin," cetus anggota DPR RI periode 2009-2014 itu.

Baca Juga: Waspada, Penipuan via WhatsApp Catut Foto Wali Kota Agustina untuk Kepentingan Pribadi

Ingrid memastikan, penghargaan PII diberikan kepada sosok yang luar biasa, karena telah berkontribusi nyata sesuai bidangnya masing-masing. Mulai dari pengusaha, pendidik, inovator, penggerak sosial, hingga pemimpin komunitas.

Total, ada 40 perempuan yang menerima penghargaan PII 2025. Di antaranya adalah Letkol Laut (K/W) Drg Cane Lukisari Sp.PM, Subsp.Inf.Im(K); Prof. Nirva Diana M.Pd; Ernie Djohan; Ir. Reni Yanita M.Si; Erdini Enggar Setyawati SP, ME, CBHC, AWPS, CFP, CPM; Rohani Vanath; dan Dr Vitri Cahyaningsih Mallarangeng S.I.Kom, M.Sc.

"Mereka adalah bukti bahwa perempuan Indonesia mampu mendobrak batas, membuka peluang, dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya," puji Ingrid.

Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, melainkan pengakuan bahwa peran perempuan merupakan fondasi penting dalam pembangunan nasional.

"Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi lebih banyak perempuan untuk terus berkarya, percaya pada potensinya, dan tidak pernah ragu mengambil peran strategis dalam masyarakat," harap Ingrid.

Acara ini juga menjadi momentum peluncuran buku Perempuan Inspiratif Indonesia 2025. Buku yang memotret kisah, perjalanan, dan gagasan para perempuan inspiratif.

Buku ini akan menjadi warisan pengetahuan dan kekuatan. Ingrid berharap buku ini menjadi sumber inspirasi bagi perempuan muda yang sedang mencari arah, motivasi, dan teladan.

Kata Ingrid, acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ibu.

Menurutnya, Hari Ibu bukan hanya tentang sosok ibu dalam keluarga, tetapi juga tentang penghormatan terhadap seluruh perempuan Indonesia atas peran penting mereka dalam sejarah, dalam perjuangan, dan dalam pembangunan bangsa.

Semoga momentum ini menjadi pengingat bahwa perempuan adalah mitra sejajar dalam memajukan Indonesia.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, 4 Desember 2025: Termurah Galeri Rp2.454.000 per Gram, Cocok Buat Investasi?

"Mari terus melangkah bersama, memperkuat solidaritas perempuan, dan menghadirkan lebih banyak karya untuk Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing," pesan Ingrid.

Di kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mengajak anggota Ipemi pandai memaksimalkan peluang. Khususnya, investasi di Kalbar.

Krisantus mencontohkan, dengan modal Rp 10 juta, investor bisa dapat lahan seluas 100x100 meter. "Potensi, peluang sangat luar biasa. Silakan ibu-ibu, pengusaha muslimah investasi di Kalbar," ajaknya.

Selain iklim investasi yang menarik, Krisantus juga menyebut Kalbar kaya akan sumber daya, salah satunya kratom. Bahkan ada pengusaha yang mampu memproduksi 3 juta ton per jam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.