Akurat

Istri Bahlil Dorong Pengajian Al-Hidayah Perkuat Peran Perempuan dalam Dakwah, Literasi dan Pemberdayaan Digital

Wahyu SK | 29 November 2025, 22:14 WIB
Istri Bahlil Dorong Pengajian Al-Hidayah Perkuat Peran Perempuan dalam Dakwah, Literasi dan Pemberdayaan Digital



AKURAT.CO Istri Bahlil Lahadalia, Sri Suparni, mendorong Pengajian Al-Hidayah, yang merupakan sayap Partai Golkar, untuk memperkuat kiprah organisasi perempuan dalam mengabdi dan memberi manfaat bagi umat dan bangsa.

Hal ini disampaikan Sri Suparni usai melantik Ketua dan Pengurus Ormas Pengajian Al-Hidayah 2025-2030, di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

Sri Suparni menjelaskan bahwa sejalan dengan perkembangan zaman kerja dakwah dan sosial, kaum ibu pengajian juga harus memanfaatkan teknologi digital.

"Pengajian Al-Hidayah harus menjadi pelopor transformasi digital, menginspirasi, mendidik dan menggerakkan ekosistem di bidang digital yang aman dan religius," ujarnya.

Baca Juga: Catatan Kementerian PPPA, Kekerasan Seksual Masih Rentan Diterima Perempuan Indonesia

Sri Suparni menuturkan, platform digital dan media sosial adalah sarana strategis untuk memperluas jangkauan dakwah, memperkuat koordinasi pusat dan daerah. Serta menghadirkan konten edukasi yang bermanfaat bagi umat bangsa dan negara

"Dengan ribuan kader di seluruh Indonesia Apabila teknologi dimanfaatkan secara tepat. Insya Allah cahaya Al-Hidayah akan menjangkau lebih banyak masyarakat baik di majelis pengajian dalam kegiatan sosial maupun di ruang digital," jelasnya.

Ketua Umum Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian, yang baru dilantik pun menegaskan bahwa organisasi Pengajian Al-Hidayah lahir dari semangat dakwah, pendidikan dan penguatan peran perempuan dalam pembangunan nasional.

Ia juga mengingatkan bahwa era digital saat ini menghadirkan banyak tantangan sosial maupun dinamika kebangsaan. Sehingga peran perempuan dalam menjaga sendi-sendi moral, spiritual dan literasi keluarga menjadi semakin penting.

Baca Juga: Lonjakan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Jakarta Jadi Alarm Keras di Hari Anak Sedunia

"Kita bukan hanya komunitas pengajian tetapi bagian dari ekosistem pemberdayaan perempuan. Kita memperkuat dakwah, literasi, pendidikan anak hingga literasi digital dan aksi sosial," katanya.

Hetifah mengatakan, sebagai ketua umum bukanlah hadiah, melainkan amanah dan tanggung jawab besar.

Menurutnya, organisasi yang kuat hanya dapat bertahan jika pengurusnya kompak, ikhlas, profesional dan konsisten memberi manfaat kepada masyarakat.

Pada periode kepengurusan 2025-2030, Al-Hidayah akan fokus pada tiga agenda utama.

Baca Juga: Perusahaan Didorong Sediakan Rumah Perlindungan bagi Pekerja Perempuan

Pertama, meningkatkan kualitas pengajian melalui penguatan interaksi dengan Al-Qur'an dan pendidikan karakter di keluarga.

Kedua, mendorong pemberdayaan ekonomi dan digitalisasi perempuan agar semakin mandiri, kreatif serta terlindungi dari risiko di era digital.

Ketiga, memperkuat tata kelola organisasi melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan dan sinergi tingkat nasional, termasuk keterlibatan aktif dalam advokasi sosial serta kegiatan kemanusiaan.

"Selama ini, Pengajian Al-Hidayah mendapatkan apresiasi dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia karena ketulusan dan konsistensinya menjangkau berbagai daerah. Dengan semangat baru, kepengurusan Al-Hidayah optimistis dapat terus menjadi teladan bagi perempuan Indonesia," terang Hetifah.

Baca Juga: Cara Mengukur Perempuan Sudah Siap Menikah: Menurut Kematangan Diri, Bukan Usia

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK