Profil Lengkap Abdullah Azwar Anas, Eks MenPAN RB yang Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Chromebook

AKURAT.CO Profil lengkap Abdullah Azwar Anas, eks Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) yang terseret dugaan korupsi Chromebook kini menjadi topik hangat.
Nama Abdullah Azwar Anas dimintai keterangan oleh Kejaksaan Agung terkait kasus pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tengah ramai diperbincangkan publik.
Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (25/9/2025) berikut profil Abdullah Azwar Anas dan pendidikannya.
Profil Abdullah Azwar Anas
Abdullah Azwar Anas adalah politisi Indonesia yang dikenal karena rekam jejaknya yang panjang di pemerintahan.
Baca Juga: 7 Potret Romantis Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas Bareng Istri
Ia lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, dan mengawali karier politiknya sejak muda. Sebelum menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), Abdullah Azwar Anas pernah menjadi Bupati Banyuwangi dua periode.
Selama masa kepemimpinannya, ia berhasil membawa Banyuwangi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Kariernya kemudian berlanjut di tingkat nasional ketika ia ditunjuk sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada 2022.
Dari jabatan inilah namanya kemudian disebut dalam kasus dugaan korupsi Chromebook yang tengah diselidiki Kejaksaan Agung.
Pendidikan Abdullah Azwar Anas
Pendidikan Abdullah Azwar Anas menjadi fondasi kuat kariernya di dunia politik dan pemerintahan.
Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Banyuwangi, kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi di Universitas Indonesia dengan fokus pada ilmu sosial politik.
Dengan latar belakang pendidikan ini, ia dikenal sebagai sosok yang memahami kebijakan publik dan pengelolaan pemerintahan.
Selain itu, ia juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan program pemerintahan baik di dalam maupun luar negeri.
Semua pengalaman pendidikan ini membentuk pandangannya yang progresif dalam memimpin daerah maupun institusi pemerintah pusat.
Kasus Dugaan Korupsi Chromebook
Kasus dugaan korupsi Chromebook bermula dari program pengadaan laptop berbasis ChromeOS di Kemendikbudristek periode 2019–2022.
Proyek ini bernilai sekitar Rp9,3 triliun dengan potensi kerugian negara mencapai Rp1,9 triliun.
Kejaksaan Agung telah menetapkan lima tersangka, termasuk mantan Menteri Nadiem Makarim, mantan staf khusus, konsultan Kemendikbudristek, serta pejabat Kemendikbud periode 2020–2021.
Abdullah Azwar Anas dimintai keterangan oleh penyidik sebagai saksi. Pemanggilan ini berkaitan dengan jabatannya sebagai Kepala LKPP pada 2022, sebelum ia menjabat MenPAN RB.
Hingga kini statusnya masih sebagai saksi, namun keterangannya dianggap penting untuk mendalami proses pengadaan Chromebook tersebut.
Baca Juga: Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook
Kasus ini berawal dari surat yang dikirimkan Google kepada pemerintah untuk melibatkan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan.
Meski sempat diabaikan pada 2019, surat ini kemudian ditindaklanjuti saat Nadiem Makarim menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2020.
Pertemuan dengan pihak Google Indonesia akhirnya menghasilkan kesepakatan penggunaan ChromeOS dan Chrome Device Management sebagai basis pengadaan perangkat TIK di sekolah-sekolah.
Itulah profil lengkap Abdullah Azwar Anas, eks MenPAN RB yang terseret dugaan korupsi Chromebook.
Dengan latar belakang pendidikan dan karier panjangnya di pemerintahan, publik kini menunggu perkembangan kasus ini agar mendapatkan kepastian hukum yang jelas dan transparan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









