Akurat

Tolak Segala Bentuk Anarkisme dalam Aksi Demo, Mathla'ul Anwar: Jaga Persatuan Bangsa

Wahyu SK | 4 September 2025, 10:40 WIB
Tolak Segala Bentuk Anarkisme dalam Aksi Demo, Mathla'ul Anwar: Jaga Persatuan Bangsa

AKURAT.CO Aksi demo bergelombang yang terjadi beberapa hari belakangan di Indonesia menimbulkan dampak yang luar biasa bagi kehidupan sosial kemasyarakatan.

Apalagi, demo itu diwarnai aksi anarki dengan merusak berbagai fasilitas umum, bahkan menimbulkan korban jiwa.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar, KH. Embay Mulya Syarief, mengungkapkan bahwa para tokoh bangsa memiliki keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi sosial di masyarakat.

Baca Juga: Respons Resmi Pemerintah Indonesia Atas Desakan PBB Terkait Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM dalam Aksi Demo

Haji Embay, sapaan khasnya, menyatakan bahwa Mathla'ul Anwar menolak segala bentuk tindakan kekerasan dan perusakan fasilitas umum karena bertentangan dengan nilai ajaran Islam dan prinsip kebangsaan.

"Menyampaikan aspirasi itu sudah dijamin oleh undang-undang, tidak ada masalah. Namun jangan sampai terjadinya kekerasan, kerusuhan. Ini yang kita sayangkan," katanya, dalam keterangan pers, Kamis (4/9/2025).

Haji Embay menegaskan anarkisme tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apapun. Islam mengajarkan amar ma'ruf nahi munkar dengan cara yang damai, santun dan menjunjung tinggi hukum.

Baca Juga: DPRD Puji Aksi Kilat Pemprov Jakarta Benahi Fasilitas Umum yang Rusak Akibat Demo Ricuh

Menurutnya, narasi dan provokasi yang tersebar di media sosial sudah cukup meresahkan. Adanya hasutan rasisme, penjarahan dan ekstremisme yang mengarah kepada terorisme perlu diwaspadai. Jangan sampai masyarakat terpancing, merusak fasilitas umum dan memperkeruh suasana.

Sepatutnya, Haji Embay menekankan bahwa masyarakat harus saling menjaga, menghormati jasa para pahlawan yang telah membangun bangsa.

Oleh karena itu, Mathla'ul Anwar mendorong presiden dan aparat penegak hukum menindak tegas siapa pun yang menjadi dalang kerusuhan. Hal ini penting demi menjaga ketertiban umum, keselamatan dan stabilitas negara.

Baca Juga: BEM UI Desak DPR Bentuk Tim Investigasi Independen Usut Kekerasan dan Dugaan Makar Demo

"Mathla'ul Anwar mendukung aparat keamanan bertindak profesional, tegas dan terukur. Ketertiban dan rasa aman masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama," katanya.

Di sisi lain, menurut Haji Embay, peristiwa ini menjadi catatan besar bagi pemerintah serta para pejabatnya untuk melakukan evaluasi dan intropeksi diri.

Dia mengatakan, kepekaan terhadap aspirasi dan kondisi sosial di masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas negara. Karenanya, Haji Embay meminta agar para pejabat dapat berkomunikasi dengan baik dan tidak menonjolkan gaya hidup yang berlebih-lebihan.

Baca Juga: Daftar 7 Lagu untuk Demo yang Sering Digunakan Video TikTok, Penuh dengan Kritik!

"Gaya hidup mewah yang dipertontonkan dapat memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat," ujarnya.

Haji Embay juga mendorong pemerintah memperbaiki pola komunikasi dengan masyarakat. Pemerintah harus aktif melakukan konsolidasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat akar rumput untuk memitigasi terjadinya konflik.

Jangan sampai ketika ada preseden buruk, pemerintah baru mengajak komunikasi pimpinan organisasi masyarakat.

Baca Juga: Ratusan Kader Partai Berkarya Demo di Kemenkum, Desak Menteri Sahkan Hasil Munas I

"Tapi mudah-mudahan ada hikmahnya. Insya Allah, komunikasi pemerintah sekarang berubah," ucap Haji Embay.

Untuk mendukung perubahan tersebut, ulama kelahiran Pandeglang tahun 1952 ini mengajak masyarakat untuk saling menjaga kondusifitas di lingkungannya, menghindari provokasi, menolak tegas segala bentuk anarkisme dan ekstremisme yang mengarah kepada terorisme.

Pasalnya, kelompok radikal bisa memanfaatkan kondisi kekacauan seperti yang terjadi untuk melancarkan proganda dan politik pecah belah.

Baca Juga: KJP Dicabut Gegara Ikut Demo Cuma Hoaks, Pemprov Jakarta Tegaskan Hak Pelajar Tetap Aman

"Kita jangan sampai terbawa oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab, terutama yang berasal dari media sosial yang belum tentu benar atau tidaknya," kata Haji Embay.

Dia menekankan bahwa dialog dan musyawarah adalah jalan terbaik dalam menyelesaikan perbedaan dan persoalan bangsa.

"Segala masalah bangsa hendaknya diselesaikan melalui jalur konstitusional dan dialog, bukan dengan kekerasan. Kita harus menjaga persatuan dan keutuhan bangsa," tandas Haji Embay.

Baca Juga: Korban Jiwa Demo

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Reporter
Oktaviani
W
Editor
Wahyu SK