BGN Akan Tindaklanjuti Kasus Keracunan MBG, Perketat SOP Pengolahan dan Distribusi Makanan

AKURAT.CO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan akan menindaklanjuti laporan keracunan makanan yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga kini, hanya enam kasus yang telah terkonfirmasi secara resmi dari laporan kepolisian dan hasil uji laboratorium.
"Yang kami sampaikan adalah yang terkonfirmasi, karena ada beberapa kejadian yang diberitakan di media sebagai keracunan atau makanan busuk, tapi setelah dikonfirmasi ternyata tidak demikian adanya," kata Dadan usai rapat bersama Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/5/2025).
Baca Juga: Program MBG Berjalan Berkat Mitra, BGN Belum Bangun Infrastruktur Sendiri
Dia menjelaskan, laporan yang dianggap sah adalah yang memiliki tindak lanjut dari aparat kepolisian dan dilengkapi dengan hasil uji sampel makanan maupun gejala yang dialami penerima manfaat.
"Contoh di Sukoharjo, Cianjur, Bandung, Tasikmalaya, semua ditangani polisi. Yang paling lengkap itu Cianjur, sampai muntahannya pun dites dan hasilnya sudah keluar," jelasnya.
Menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto agar kasus serupa tidak terulang, BGN telah merancang delapan langkah penguatan standar operasional prosedur (SOP) pengolahan dan distribusi makanan MBG.
"Salah satunya, masa masak tidak boleh terlalu lama. Banyak kejadian karena makanan disiapkan terlalu pagi, lalu delivery-nya lambat, sehingga saat sampai sekolah sudah tidak layak konsumsi," tutur Dadan.
"Kami sudah targetkan makanan tidak boleh dikirim lebih dari 30 menit. Bahkan sekarang akan lebih singkat. Sampai sekolah jam 9, jangan sampai baru dimakan jam 12. Ini kami evaluasi ulang," lanjutnya.
Langkah lain mencakup uji organoleptik sebelum makanan dibagikan, yakni pemeriksaan bau, rasa, dan tampilan makanan.
Selain itu, pelatihan ulang penting dilakukan, karena kasus-kasus yang terjadi justru berasal dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang sudah beroperasi selama dua hingga tiga bulan.
Baca Juga: Baru Capai 3,5 Juta Penerima, BGN Targetkan Program MBG Menjangkau 6 Juta Orang Akhir Mei
"Jadi bukan hanya SPPG baru. Yang di Cianjur dan Bandung itu justru sudah 2-3 bulan beroperasi. Artinya, yang sudah bagus jangan terlena. Harus disegarkan kembali," bebernya.
Sebagai tindak lanjut, Dadan juga mengungkapkan, BGN telah melakukan pelatihan ulang kepada petugas PPPG di beberapa wilayah.
"Minggu kemarin di Tasik, Bandung, Jakarta. Minggu depan kami akan ke Sumatra. Semua SPPG yang sudah berjalan lebih dari dua bulan akan kami panggil kembali untuk pelatihan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi






