Akurat

Program MBG Berjalan Berkat Mitra, BGN Belum Bangun Infrastruktur Sendiri

Paskalis Rubedanto | 6 Mei 2025, 15:37 WIB
Program MBG Berjalan Berkat Mitra, BGN Belum Bangun Infrastruktur Sendiri

AKURAT.CO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan keberhasilan awal program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak lepas dari peran mitra swasta, terutama pelaku UMKM. 

Seluruh infrastruktur dari 1.286 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang saat ini beroperasi, disiapkan secara mandiri oleh mitra, bukan dari anggaran pemerintah.

"Sampai sekarang, 100 persen infrastruktur disiapkan oleh mitra. Badan Gizi belum membangun satu pun infrastruktur SPPG dengan APBN," ujar Dadan, saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/5/2025).

Baca Juga: Baru Capai 3,5 Juta Penerima, BGN Targetkan Program MBG Menjangkau 6 Juta Orang Akhir Mei

Meski Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan fasilitas baru, BGN hingga kini masih dalam tahap perencanaan dan pencarian lahan untuk membangun 1.542 SPPG baru yang akan dibiayai oleh APBN. 

Dadan menegaskan, tanpa kolaborasi dengan mitra, program MBG baru akan bisa dimulai sekitar Agustus 2025.

"Kalau kita mengandalkan dana APBN semata, maka program MBG baru akan bisa dilaksanakan Agustus," imbuhnya.

"Tapi karena kita mengembangkan pola kemitraan, alhamdulillah sampai sekarang sudah ada 1.286 yang berjalan dan itu semuanya mitra kita, 100 persem UMKM," tambah Dadan.

Baca Juga: Semangat Petugas Dapur MBG Makin Berkobar Usai Digembleng Prabowo

Selain keterbatasan infrastruktur, tantangan utama lainnya adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM), terutama Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjadi kepala satuan layanan MBG.

Karena itu, hingga Juli 2025, cakupan program MBG akan dibatasi pada 6 juta penerima manfaat, sejalan dengan jumlah tenaga SDM yang tersedia. Setelah itu, kapasitas layanan diharapkan bisa ditingkatkan secara signifikan.

"Sampai sekarang kami baru selesai mendidik 1.994 orang. Awalnya 2.000, tapi ada enam yang mengundurkan diri. Sekarang kami sedang mendidik 30 ribu SPPI yang baru akan selesai akhir Juli," tutup Dadan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.