Akurat

Dampak Perang Israel-AS dan Iran: Harga Minyak, Rupiah, hingga Ancaman Krisis Global

Titania Isnaenin | 2 Maret 2026, 14:21 WIB
Dampak Perang Israel-AS dan Iran: Harga Minyak, Rupiah, hingga Ancaman Krisis Global
Dampak perang Israel-AS dan Iran. (Ilustrasi)

AKURAT.CO Ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat-Israel dan Iran berpotensi menimbulkan berbagai dampak mengerikan bagi Indonesia dan dunia. ​

Konflik ini tidak hanya menjadi isu politik internasional, tetapi juga berpotensi kuat menimbulkan efek berkepanjangan di berbagai sektor. ​

Meskipun Indonesia tidak terlibat secara langsung, negara ini berpotensi merasakan dampak peperangan tersebut lewat jalur perdagangan, energi, dan bahan pangan impor. Berikut adalah lima dampak utama yang dapat timbul dari perang ini.

5 Dampak Perang Israel-AS dan Iran

1. Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Energi

​Salah satu dampak paling signifikan adalah lonjakan harga minyak dunia dan energi. ​Kawasan Timur Tengah dikenal sebagai pusat pemasok minyak dan BBM dunia, sehingga peperangan di wilayah ini akan mengganggu distribusi minyak bumi dan BBM secara global.

​Terganggunya jalur pendistribusian minyak dan BBM, terutama di Teluk dan Selat Hormuz, akan menyebabkan harga minyak mentah melonjak tinggi. ​Apabila blokade Selat Hormuz terjadi, harga minyak Brent dapat melampaui 100 Dolar AS per barel, yang memicu tekanan inflasi global.

​Kenaikan harga minyak ini juga akan meningkatkan beban subsidi energi pemerintah dan menekan anggaran negara bagi negara-negara pengimpor seperti Indonesia.

2. Gangguan Jalur Perdagangan dan Distribusi Ekspor-Impor

​Konflik ini juga akan menyebabkan gangguan jalur perdagangan dan distribusi ekspor-impor secara global. ​Selat Hormuz, yang merupakan urat nadi utama pengiriman minyak dan gas, memiliki peran krusial dalam perdagangan internasional. ​

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.