Akurat

DPRD DKI Jakarta Soroti Kebersihan dan Variasi Menu dalam Program Makan Bergizi Gratis

Siti Nur Azzura | 7 Januari 2025, 17:42 WIB
DPRD DKI Jakarta Soroti Kebersihan dan Variasi Menu dalam Program Makan Bergizi Gratis

AKURAT.CO Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina, meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di sekolah-sekolah dapat berjalan secara konsisten.

Dia menilai, program yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto ini sudah sangat baik dan perlu dilanjutkan dengan pengelolaan yang optimal.

"Cukup baik, sudah cukup baik. Kalau aku sih mintanya supaya konsisten saja, terus tepat waktu, terus dijaga betul rasa, jangan sampai ada yang basah atau apa," kata Wa Ode kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2024).

Baca Juga: Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis untuk SDM Indonesia Berkualitas

Dia juga menyoroti, pentingnya menjaga kebersihan makanan dan variasi menu yang disajikan kepada siswa agar program ini dapat benar-benar dinikmati oleh anak-anak.

"Memang mereka juga harus dijaga betul soal kebersihannya. Dan mungkin sama menunya lebih variatif saja, pokoknya disesuaikan sama anak-anak lah," ujar politisi PDI Perjuangan.

Diketahui, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada Senin (6/1/2024). Di Jakarta, sebanyak 558 paket MBG dibagikan kepada siswa SD-SMP Barunawati dan 655 paket kepada siswa SMPN 61 Palmerah, Jakarta Barat.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh bersama Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meninjau langsung pelaksanaan program di SMPN 61. Teguh menyampaikan, pentingnya menjaga lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak terlalu jauh dari sekolah, guna memastikan kualitas dan kelancaran distribusi makanan.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis secara Berkala

"Saat ini sudah ada empat SPPG yang beroperasi di Jakarta dan menyediakan 12.054 porsi makanan untuk 41 sekolah. Pada Januari 2025, kami targetkan tambahan 13 SPPG, sehingga total ada 17 SPPG dari rencana 153 SPPG," ujar Teguh.

Menu makanan yang disajikan pada hari pertama MBG cukup variatif. Anak-anak menikmati nasi dengan lauk tumis kacang panjang, ayam, tahu goreng, dan jeruk. Teguh juga mengungkapkan bahwa menu akan berganti setiap minggu agar siswa tidak bosan.

Selain memberikan makanan, program MBG juga bertujuan untuk mengedukasi siswa tentang budaya makan yang baik. Salah satunya adalah kampanye Habiskan Porsi Makanmu. "Hari ini saya lihat anak-anak sangat senang. Semoga program ini dapat terus berjalan dengan baik," kata Teguh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.