Soal Penambahan Anggaran Rp20 Triliun, Yasonna Laoly Minta Menteri HAM Realistis

AKURAT.CO Anggota Komisi XIII DPR RI, Yasonna Laoly, menasihati Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengenai polemik wacana penambahan anggaran Rp20 triliun.
Mantan Menteri Hukum dan HAM periode 2014-2024 ini, sangat mengapresiasi semangat dari Menteri HAM untuk memperjuangkan penegakan HAM di Indonesia. Namun, dia menilai semangat saja tidak cukup, karena harus dibarengi dengan sikap yang realistis.
"Saya menghargai semangat dari Pak Menteri sejak awal tentunya tadi dengan latar belakang sebagai aktivis, sebagai orang berjuang di jalur HAM semangatnya cukup baik dan kita apresiasi," kata Yasonna dalam rapat bersama Kementerian HAM, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2024).
Baca Juga: Dari Tukang Parkir hingga Menteri HAM: Natalius Pigai Ungkap Perjalanan Kariernya di Hadapan DPR
"Tetapi semangat saja tidak cukup Pak Menteri, ini pengalaman-pengalaman, realitas juga kita harus lihat," tambah Yasonna.
Dia pun mengingatkan, bahwa APBN Indonesia saat ini tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Terlebih ekonomi internasional juga akan berpengaruh terhadap keuangan negara.
"Saat ini APBN kita kemarin defisitnya sekitar 600 ya, tahun depan akan ada jatuh tempo utang sekitar 800 an. Kondisi ekonomi kita masih (kurang baik), dunia apalagi kalau perang masih terjadi, ini masih banyak pertanyaan-pertanyaan," jelasnya.
Dia juga menilai wajar saja, jika banyak pihak yang kaget dan mengkritik mengenai wacana penambahan anggaran sebesar Rp20 triliun tersebut.
"Maka saya kira apa sebab teman-teman dan banyak masyarakat kaget dan lompatan angka itu sangat besar, ideal mungkin saja ideal, tetapi realita juga kita harus lihat," tutur politisi PDIP itu.
Dia pun menyarankan agar jajaran Kementerian HAM perlu fokus perlu lebih tajam membuat uraian-uraian di dalam program yang disusun.
"Jangan nanti semangat Pak Menteri realitasnya jauh dari harapan dalam pembahasan anggaran, pertarungan anggaran di kementerian lintas kementerian bisa membuat Pak Menteri bisa patah arah, harus realistis," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









