Akurat

Deretan Ibu Negara, dari Zaman Soekarno hingga Jokowi

Eko Krisyanto | 21 Oktober 2024, 18:31 WIB
Deretan Ibu Negara, dari Zaman Soekarno hingga Jokowi

AKURAT.CO Sejak Indonesia merdeka, negara ini telah dipimpin oleh tujuh presiden, masing-masing memiliki peran penting dalam sejarah bangsa. Namun, di balik setiap presiden, ada sosok-sosok penting yang turut memberikan dukungan dan inspirasi, yaitu para istri mereka.

Bermula dari zaman Soekarno hingga Joko Widodo, deretan ibu negara ini tak hanya mendampingi suami dalam berbagai kegiatan kenegaraan, tetapi juga terlibat aktif dalam banyak kegiatan sosial, politik, dan kemanusiaan.

1. Fatmawati

Fatmawati adalah istri pertama Presiden Soekarno dan juga ibu negara pertama Indonesia. Dia dikenal luas karena jasanya menjahit bendera merah putih yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Selain itu, Fatmawati juga berperan dalam perjuangan kemerdekaan, dengan menyediakan makanan, pakaian, serta peluru untuk para pejuang yang bergerilya. Lahir pada 5 Februari 1923 di Bengkulu, Fatmawati bertemu Soekarno saat diasingkan di sana pada 1938-1942. Mereka menikah pada Juni 1943 dan memiliki lima anak.

Fatmawati meninggal pada 14 Mei 1980 di Kuala Lumpur, Malaysia, karena serangan jantung dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Pada tahun 2000, dia diberi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah.

2. Tien Soeharto

Raden Ayu Siti Hartinah, lebih dikenal sebagai Ibu Tien, adalah istri dari Presiden Soeharto. Lahir pada 23 Agustus 1923 di Jaten, Jawa Tengah, dia menikah dengan Soeharto pada 26 Desember 1947 di Surakarta.

Ibu Tien turut mendampingi Soeharto sepanjang kepemimpinannya dan juga dikenal sebagai penggagas Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang diresmikan pada 1975. Ibu Tien meninggal pada 28 April 1996 karena serangan jantung dan dimakamkan di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah. Gelar Pahlawan Nasional dianugerahkan kepadanya pada 30 Juli 1996.

Baca Juga: Jika Jadi Ibu Negara, Siti Atikoh Janji Akan Jadi Telinga Rakyat

3. Hasri Ainun Habibie

Ketika BJ Habibie menjabat sebagai presiden ketiga Indonesia, Hasri Ainun Habibie memulai tugasnya sebagai ibu negara.

Ainun yang dikenal memiliki kepedulian sosial tinggi, mendirikan klinik mata di Bogor dan Yayasan Beasiswa Orbit untuk pelajar. Lahir pada 11 Agustus 1931 di Semarang, Ainun adalah dokter lulusan Universitas Indonesia. Dia menikah dengan Habibie pada 12 Mei 1962 dan memiliki dua anak. Ainun meninggal pada 24 Maret 2010 di Jerman akibat kanker ovarium dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.

4. Sinta Nuriyah Wahid

Sinta Nuriyah Wahid adalah istri dari Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pernikahannya dengan Gus Dur cukup unik, dilakukan jarak jauh karena Gus Dur sedang belajar di luar negeri.

Sinta yang lahir pada 8 Maret 1948 dikenal sebagai sosok kritis sejak muda dan mendirikan Yayasan Puan Amal Hayati pada tahun 2000, yang bertujuan untuk membela hak-hak perempuan. Hingga kini, dirinya tetap aktif dalam pemberdayaan perempuan.

5. Ani Yudhoyono

Ani Yudhoyono, istri Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memainkan peran penting sebagai ibu negara. Lahir dengan nama asli Kristiani Herrawati pada 6 Juli 1952 di Yogyakarta, Ani menikah dengan SBY pada 30 Juli 1976.

Selama menjadi ibu negara, Ani terlibat aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan sosial, termasuk dalam PKK dan Women International Club (WIC). Ani meninggal pada 1 Juni 2019 di Singapura akibat kanker darah dan dimakamkan di TMP Kalibata.

6. Iriana Joko Widodo

Iriana Joko Widodo adalah istri Presiden Joko Widodo, presiden ketujuh Indonesia yang mulai menjabat sejak 2014. Lahir di Surakarta pada 1 Oktober 1963, Iriana menikah dengan Jokowi pada 24 Desember 1986 dan mereka memiliki tiga anak.

Sebagai ibu negara, Iriana aktif mendampingi Jokowi dalam berbagai acara kenegaraan dan juga terlibat dalam misi perdamaian, seperti kunjungannya ke Rusia dan Ukraina pada 2022 di tengah konflik kedua negara tersebut.

(Maulida Sahla Sabila)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R