Ketua Umum PAN: Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Mantan Presiden sebagai Pengakuan Kolektif Bangsa

AKURAT.CO Partai Amanat Nasional (PAN) mengapresiasi serta menyetujui rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden Ke-2 RI, Soeharto, dan Presiden Ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) oleh pemerintah.
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menjelaskan, secara konstitusional, kewenangan ini berada di tangan Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan
Menurutnya, pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto dan Gus Dur lantaran memiliki jasa, pengorbanan sekaligus prestasi buat kemajuan bangsa dan negara.
Karenanya, menjadi pemimpin nasional tentu penuh dengan dinamika sejarah dan perspektif penilaian.
"Sebagai manusia tentu tidak ada yang sempurna. Ada perspektif kebaikan dan kekurangan. Hal itu wajar saja. Tetapi sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara, setiap presiden akan menjalani fase sejarah dan narasi perjuangan tersendiri yang ditorehkan dalam setiap perjalanan bangsa dari generasi ke generasi selanjutnya," jelas Zulhas, melalui keterangannya, Senin (10/11/2025).
Dia mengatakan, pemberian gelar pahlawan bukan hanya persoalan administratif tetapi juga sebagai simbol legitimasi nasional, pengakuan kolektif bangsa dan konstruksi sejarah.
Baca Juga: Ziarah Makam Bung Tomo, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto: Pahlawan Bukan Lahir dari Keputusan Politik
Zulhas juga menilai hal ini sebagai bentuk akumulasi dari tindaklanjut aspirasi dan partisipasi masyarakat berupa pengusulan dari daerah dan organisasi.
Maupun sebagai simbolisme sejarah berupa peneguhan nilai perjuangan dan keteladanan sebagai pemimpin nasional.
"Pemberian gelar pahlawan kepada (mantan) presiden adalah bagian dari menciptakan budaya bangsa yang baik dalam memberikan nilai perjuangan, nasionalisme Indonesia, keteladanan dan optimisme," katanya.
Diketahui, telah diusulkan 40 nama untuk mendapat gelar pahlawan nasional yang akan diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 2025.
Adapun, beberapa nama yang diusulkan antara lain mantan Presiden RI, Soeharto; mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur); aktivis buruh, Marsinah; dan ulama Syaikhona Muhammad Kholil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi






