Akurat

Alasan Bahlil Dukung Soeharto Terima Gelar Pahlawan Nasional: Dia Pendiri Golkar dan Indonesia Jadi Dikenal sebagai Macan Asia

Wahyu SK | 10 November 2025, 08:28 WIB
Alasan Bahlil Dukung Soeharto Terima Gelar Pahlawan Nasional: Dia Pendiri Golkar dan Indonesia Jadi Dikenal sebagai Macan Asia

AKURAT.CO Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mendukung rencana pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Presiden Ke-2 RI, Soeharto.

Menurutnya, Golkar memandang bahwa Soeharto sangat layak untuk menyandang gelar tersebut. Aspirasi ini juga sudah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Dari awal kami DPP Partai Golkar telah menyampaikan aspirasi kami secara langsung kepada pemerintah, secara langsung kepada Presiden Bapak Prabowo. Dalam pandangan Partai Golkar, Presiden Ke-2 RI, Bapak Soeharto, sangat layak diberikan penghargaan nasional," jelasnya, usai meresmikan lapangan padel, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Minggu (9/11/2025) kemarin.

Baca Juga: Bahlil Resmikan Lapangan Padel di Kantor DPP Golkar, Inovasi Baru Dekatkan Diri dengan Generasi Muda

Bahlil mengatakan, Soeharto memiliki jasa yang besar dan panjang selama memimpin bangsa Indonesia. Soeharto juga merupakan salah satu pendiri Partai Golkar.

"Tujuan dari berdirinya Partai Golkar adalah melawan ideologi partai lain yaitu ideologi Partai Komunis. Nah ini penting, sejarah ini, sejarah, bukan kata saya," ucapnya.

Tidak hanya itu, selama 32 tahun memimpin, Soeharto juga berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada pangan, swasembada energi, menurunkan inflasi dan mampu menciptakan banyak lapangan kerja.

Baca Juga: Golkar Tegas Tak Akan Mundur Perjuangkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

Bahkan, Indonesia juga sempat dijuluki sebagai Macan Asia pada akhir-akhir Soeharto menjabat.

"Dan di ujung masa kekuasaan, tahun 97-98, Indonesia terkenal Macan Asia. Inilah referensi yang dijadikan rujukan Partai Golkar untuk menyampaikan kepada pemerintah diberi gelar pahlawan," ujar Bahlil.

Kementerian Sosial telah mengusulkan 40 nama untuk mendapat gelar pahlawan nasional yang akan diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 2025.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-61, Golkar Usung Konsep Merakyat: Dari Sembako Gratis hingga Wayang Kulit

Adapun, beberapa nama yang diusulkan seperti Presiden Ke-2 RI, Soeharto; Presiden Ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur); aktivis buruh perempuan, Marsinah; hingga ulama asal Bangkalan, Syaikhona Muhammad Kholil.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK