Golkar Tegas Tak Akan Mundur Perjuangkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

AKURAT.CO Partai Golkar menegaskan tetap konsisten memperjuangkan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, sebagai pahlawan nasional. Meskipun, muncul pro dan kontra di tengah masyarakat.
"Golkar tidak pernah surut dan tidak akan mundur sedikit pun untuk memperjuangkan Pak Harto sebagai pahlawan nasional. Dan itu faktanya jelas," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Idrus menilai, kiprah Soeharto dalam membangun Indonesia tidak dapat diabaikan. Capaian pembangunan di masa Orde Baru menunjukkan keberhasilan dalam perencanaan ekonomi, tata pemerintahan, hingga stabilitas nasional.
Baca Juga: Masinton Pasaribu: Jika Soeharto Diberi Gelar Pahlawan, Lalu Reformasi 1998 Pengkhianatan?
"Kalau mau jujur menilai, prestasi-prestasi pembangunan yang dilakukan Pak Harto luar biasa. Bagaimana beliau mendesain Repelita, GBHN, dan triloginya yang berjalan dengan baik. Itu semua adalah fakta sejarah," katanya.
Menurutnya, dinamika yang terjadi pada akhir masa pemerintahan Soeharto juga perlu dilihat secara objektif. Ada berbagai faktor eksternal yang ikut memengaruhi situasi politik kala itu.
"Ada gerakan-gerakan, ada intervensi dari luar, ada rekayasa-rekayasa. Tapi Pak Harto secara sadar rela mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan sesuai aturan yang ada. Itu menunjukkan kebesaran jiwa beliau," ucapnya.
Dia menilai, perdebatan di masyarakat terkait usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto merupakan hal yang wajar. Namun menurutnya, Golkar tetap berpegang pada fakta sejarah dan kontribusi besar Soeharto terhadap bangsa.
"Kalau ada pro dan kontra, ya pasti ada. Dalam satu rumah tangga saja, anak lima bisa berbeda pandangan, apalagi ini negara dengan 287 juta penduduk. Tapi bagi Golkar, tidak ada alasan sedikit pun untuk tidak memproses Pak Harto sebagai pahlawan nasional," tegasnya.
Baca Juga: DPP AMPI Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Warisan Perjuangan Hidup dalam Semangat AMPI
Untuk itu, Golkar siap berdialog dengan berbagai pihak untuk menjelaskan alasan di balik dorongan tersebut. Langkah ini bukan sekadar romantisme sejarah, tetapi penghargaan terhadap jasa besar Soeharto dalam pembangunan nasional.
"Kami siap berdialog dengan siapa pun untuk memuluskan proses yang sudah berjalan ini. Yang kami tahu, Golkar tidak akan berhenti memperjuangkan Pak Harto sebagai pahlawan nasional," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyerahkan berkas 40 nama yang diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional ke Menteri Kebudayaan (Menbud) sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon di Kantor Kemenbud, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).
Beberapa nama yang tercantum dalam berkas tersebut dan dinilai telah memenuhi syarat adalah Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta Marsinah yang merupakan tokoh buruh dan aktivis perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur.
"Usulan ini berupa nama-nama yang telah dibahas selama beberapa tahun terakhir ini. Jadi ada yang mungkin sudah memenuhi syarat sejak 5 tahun lalu, 6 tahun lalu, 7 tahun lalu. Dan ada beberapa nama yang memang kita bahas dan kita putuskan pada tahun ini. Di antaranya Presiden Soeharto, Presiden Abdurrahman Wahid dan juga ada Marsinah serta ada beberapa tokoh-tokoh yang lain," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya, kepada wartawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 6Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel







