Akurat

Sengaja Tak Mundur dari Kursi Menhan, Prabowo Diberi Kemudahan Jokowi untuk Sinkronisasi

Wahyu SK | 24 Juli 2024, 23:31 WIB
Sengaja Tak Mundur dari Kursi Menhan, Prabowo Diberi Kemudahan Jokowi untuk Sinkronisasi

AKURAT.CO Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto, disebut diberikan kemudahan oleh Presiden Joko Widodo untuk mempersiapkan transisi pemerintahan pada Oktober mendatang.

Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa Prabowo tidak mundur dari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan.

Berbeda dengan Wakil Presiden RI terpilih, Gibran Rakabuming Raka, yang memang memilih mundur dari kursi Wali Kota Surakarta.

Baca Juga: Pahala Nainggolan, Johanis Tanak dan Nurul Ghufron Lolos Seleksi Administrasi Capim KPK

Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, hal itu menjadi keistimewaan yang dimiliki Prabowo saat ini.

Karena dengan begitu, proses sinkronisasi diyakini bisa berjalan dengan mulus.

"Kenapa Pak Prabowo enggak mundur? Tidak, justru karena beliau Menhanlah beliau mudah melakukan sinkronisasi dengan Pak Jokowi. Sehingga Pak Jokowi memberikan fasilitas, misalnya agar timnya Pak Prabowo itu bisa terlibat penyusunan APBN 2024-2025. Nah, itu tidak pernah terjadi dalam sejarah loh dan itu mulus sekali," jelasnya dikutip dari Youtube Cokro TV, Rabu (24/7/2024).

Baca Juga: ASEAN Championship: Jelang Semifinal, Indra Sjafri Lebih Sering Lawan Thailand Ketimbang Malaysia

Dahnil menyebut itu sebagai keistimewaan karena tidak pernah terjadi pada pemerintahan periode-periode sebelumnya.

Ia mencontohkan ketika Jokowi terpilih sebagai presiden pada 2014.

Di mana Jokowi butuh waktu untuk melakukan sinkronisasi dari kepemimpinan dari Susilo Bambang Yudhyono.

Dahnil berharap, kemudahan yang dimiliki Prabowo saat ini bisa menjadi budaya dalam kepemimpinan yang akan datang, meskipun antara yang menjabat dan melanjutkan punya garis politik berbeda.

Baca Juga: Jubir Prabowo Jelaskan Sumber Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

"Nah, makanya Pak Prabowo mendapat kemudahan hari ini. Dan mudah-mudahan tradisi seperti ini bisa berlanjut justru, terlepas apakah dia satu garis politik atau tidak satu garis politik. Jadi, presiden yang menjadi suksesornya memberikan peluang untuk terlibat secara langsung persiapan menjelang pergantian kepemimpinan," terangnya.

Sebagai informasi, dalam persiapan transisi kepemimpinan, Prabowo telah membentuk Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengangkat dua kader Partai Gerindra sebagai wakil menteri, yakni Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian dan Thomas Djiwandono menjadi Wakil Menteri Investasi.

Baca Juga: Kongres Luar Biasa PWI Pusat Mustahil Diselenggarakan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK