SBY Nilai Prabowo Serius Tangani Bencana Sumatera, Ingatkan Proses Tak Instan

AKURAT.CO Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai Presiden RI Prabowo Subianto serius menangani bencana di Sumatera, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut SBY, Prabowo telah turun langsung ke lapangan dan mengambil langkah kebijakan untuk memulihkan daerah terdampak.
"Saya tahu, Presiden Prabowo dengan serius terjun ke lapangan dan memberikan atensi yang penuh. Saya juga tahu, Presiden Prabowo telah mengambil sejumlah kebijakan untuk membangun kembali provinsi-provinsi di Sumatera yang mengalami bencana alam tersebut. ,” kata SBY melalui akun X, dikutip Kamis (25/12).
SBY mengingatkan bahwa penanganan bencana merupakan proses kompleks dan tidak segampang yang dibayangkan, terutama pada fase tanggap darurat yang sering disertai kelumpuhan di berbagai sektor.
"Penanganan bencana, termasuk rekonstruksi dan rehabilitasi nya, memerlukan waktu. Juga diperlukan sumber daya termasuk finansial yang mencukupi,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kebijakan dan master plan yang utuh serta pelaksanaan yang efektif. Pengalaman memimpin penanggulangan tsunami Aceh (2004) dan Nias (2005), gempa Yogyakarta (2006), Padang (2009), serta bencana besar lainnya menjadi pelajaran penting baginya.
Menurut SBY, komando dan pengendalian harus berjalan efektif, bahkan presiden dapat memimpin langsung melalui manajemen krisis. Ia juga menilai gaya penanganan bencana Prabowo berbeda dengannya, karena perbedaan konteks, jenis bencana, dampak kerusakan, dan karakter kepemimpinan.
SBY menyebut pemulihan bencana di Sumatera kini memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Keberhasilannya bergantung pada konsep yang matang, kepemimpinan lapangan yang efektif, serta implementasi rencana yang berjalan baik.
"Jangan dilupakan, akuntabilitas penggunaan uang negara juga dijaga dengan baik,” katanya.
Di akhir pernyataannya, SBY mengajak masyarakat mendukung langkah pemerintah dalam membangun kembali Sumatera pascabencana agar warga terdampak memiliki masa depan yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









