BEM SI Bakal Berunjuk Rasa Lagi Jika Tidak Ada Respon dari Istana Negara

AKURAT.CO Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan berunjuk rasa lagi, jika tidak ada respon dari pihak Istana Negara, mengenai unjuk rasa 10 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Akan turun lagi (berdemonstrasi), bukan hanya di sini tapi di seluruh daerah. Sekarang ini prioritas kita di nasional, tapi ketika tidak ada jawaban dari pihak istana, maka aksi akan berjilid di skala nasional dan di daerah," kata Koordinator Pusat BEM SI, Herianto kepada wartawan, di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2024).
Maka dari itu, BEM SI berharap pihak istana segera menemui mereka. Sebab, mahasiswa telah menyampaikan aspirasi dari masyarakat.
Baca Juga: BEM SI Gelar Aksi Mengadili 10 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Ada 12 Tuntutan
"Ini tajuk besarnya tanggung jawab Jokowi, seharusnya Jokowi maupun istana menemui kita. Kita enggak mau Jokowi lengser karena ujung-ujungnya pasti berhenti di akhir pemerintahannya, tetapi kita mau mengingatkan bahwa di akhir kepemimpinan Jokowi ini adalah kepemimpinan yang gagal," tukas dia.
Selain itu, dia menyampaikan kepada Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, untuk terus mengevaluasi. Sebab, masyarakat dan mahasiswa akan tetap memperhatikan kebijakan-kebijakan kedepannya.
"Harapan kita, sebagai pemimpin negara (Jokowi), seharusnya mencerminkan sistem-sistem politik yang baik. Artinya, dia meninggalkan legitimasi yang baik ke masyarakat. Jangan dia meninggalkan, utang sudah banyak dan kebijakan yang membuat gaduh dan sebagainya," ungkapnya.
Sebelumnya, massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) terlihat memadati Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, untuk berdemonstrasi terkait 10 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (22/7/2024).
Berdasarkan pantauan dari Akurat.co pada pukul 16.30 WIB, massa BEM SI tampak bergantian melakukan orasi serta mengenakan almamaternya masing-masing.
Selain itu, aparat kepolisian terlihat berjaga di sekitar Patung Kuda. Petugas juga membatasi akses ke istana dengan memasang blokade beton di Jalan Merdeka Barat. Bahkan, blokade beton tersebut memiliki kawat berduri di atasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







