Akurat

DPR Kecam Aksi Pembubaran Paksa People's Water Forum oleh Ormas di Bali

Atikah Umiyani | 22 Mei 2024, 09:49 WIB
DPR Kecam Aksi Pembubaran Paksa People's Water Forum oleh Ormas di Bali

AKURAT.CO DPR RI mengecam adanya aksi intimidasi dan pembubaran paksa People's Water Forum (PWF) 2024 oleh organisasi masyarakat Patriot Garuda Nusantara (PGN) di beberapa titik di Provinsi Bali.

Sebagai informasi, People's Water Forum adalah sebuah wadah kolektif masyarakat yang mengkritisi pelaksanaan World Water Forum (WWF) di Bali. Forum ini juga sebagai kritikan terhadap itu privatisasi air dan mendorong pengelolaan air untuk kesejahteraan rakyat.

Atas dasar tersebut, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Taufik Basari atau Tobas, meminta aparat kepolisian untuk mengambil sikap atas kecaman dan intimidasi yang dilakukan oleh ormas PGN.

Baca Juga: Bahlil Mau Kasih Izin Usaha Tambang ke Ormas, GP Ansor: Ide Bagus

"Saya meminta pihak Kepolisian RI memberi jaminan perlindungan dan keamanan bagi setiap pihak yang sedang menjalankan haknya untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat secara damai seperti dalam kegiatan PWF 2024 ini," kata Tobas kepada wartawan, Rabu (22/5/2024).

Tobas juga meminta kepolisian melakukan penegakan hukum kepada pihak-pihak yang melakukan intimidasi sekaligus menghalang-halangi kegiatan diskusi masyarakat tanpa pandang bulu.

Dirinya juga meminta agar Pemerintah Pusat dan Daerah untuk ikut menjamin tidak adanya gangguan terhadap diskusi-diskusi yang dilakukan masyarakat sipil untuk menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia memang benar-benar berjalan.

Selain itu, Tobas juga menyayangkan adanya upaya penghadangan terhadap Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) I Dewa Gede Palguna sehingga batal untuk mengisi acara sebagai pembicara di PWF.

"Bukan begini cara menjadi tuan rumah sebuah kegiatan internasional. Tunjukkan Indonesia adalah negara hukum yang demokratis yang selalu memberikan ruang bagi kebebasan berpendapat dan menjamin perlindungan hukum bagi setiap warga negaranya," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.