Akurat

Serangan Fajar Marak di Desa, Taji Bawaslu Ditunggu

Roni Anggara | 21 Desember 2023, 17:06 WIB
Serangan Fajar Marak di Desa, Taji Bawaslu Ditunggu

AKURAT.CO Aksi politik uang atau serangan fajar diyakini masif terjadi pada pedesaan, dengan menyasar segmen pemilih tertentu. Bawaslu harus mampu mengambil peran kalau mau serius mencegah politik uang.

SMRC menemukan data berdasarkan hasil survei nasional November 2023 bahwa jumlah pemilih yang terbuka dengan politik uang sebesar 44 persen. Kalau diteliti lebih dalam lagi, mereka berdomisili pada pedesaan dan mayoritas kalangan tua dan ibu-ibu.

"Jadi peperangannya di sana (pedesaan), yang antipolitik uang, yang memang menerima amanat negara, UU, Bawaslu fokus saja di sana, di pedesaan. Jaga kalangan ibu-ibu, orang tua dan mereka yang kurang terpelajar," kata pendiri SMRC, Saiful Mujani, dalam diskusi bedah politik yang tayang pada kanal Youtube SMRC TV, Kamis (21/12/2023).

Baca Juga: Bawaslu Minta Masyarakat Lapor Jika Temukan Dugaan Politik Uang Di Masa Kampanye

Menurutnya, politik uang masih menjadi tren karena tak lepas dari sikap para kontestan maupun timses Pemilu 2024. Padahal politik uang tidak efektif dalam mendongkrak suara.

Data dari SMRC menyebutkan, 44 persen pemilih yang terbuka menerima uang untuk memilih, belum tentu mencoblos pemberi uang itu. "Mayoritas oke uang diambil tetapi memilih belum tentu," ujar Saiful.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.