Mendes Yandri Bakal Manfaatkan Teknologi dari China Dukung Hilirisasi Desa

AKURAT.CO Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, mengatakan pemerintah berpotensi menjalin kerjasama dengan China, dalam bidang teknologi untuk menambah nilai guna produk yang dihasilkan desa di Indonesia.
Dengan memanfaatkan teknologi dari China, bahan mentah menjadi produk jadi hingga siap dikonsumsi. Tak hanya meningkatnya kesejahteraan masyarakat, tapi juga membawa perubahan pada status desa
Hal ini dikatakan Mendes Yandri di hadapan Delegasi China Investment Association Overseas Investment Union (CIAOIU). Dia menjelaskan seluruh poin berikut dengan peluang kerja sama yang bisa dilaksanakan Indonesia dan China, untuk memajukan desa melalui berbagai bidang.
Baca Juga: Kemenperin Dorong IKM Hilirisasi Kemenyan
Dia juga memaparkan 12 rencana aksi Kemendes PDT, di antaranya terkait digitalisasi desa, hilirisasi, pemuda pelopor desa, penguatan pengawasan dana desa, hingga percepatan pembangunan daerah tertinggal.
"Langkah ini diyakini mampu mempercepat pembangunan desa di Indonesia sebagaimana tertuang dalam Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan," kata dia, dikutip Jumat (19/9/2025).
Terkait digitalisasi desa, sebanyak 75.266 desa masih dalam pengawasan secara tradisional atau manual. Hal ini juga masih menjadi tantangan bagi pemerintah.
"Ini juga tantangan bagi kami sementara dana desa dari pemerintah pusat selama sepuluh tahun ini Rp680 Triliun. Ini pengawasannya agak lumayan sulit karena digitalisasi desa belum maksimal. Ini juga bisa merupakan bagian yang bisa digarap teman-teman dari China," ujarnya.
Sebagai informasi, total dana desa yang digelontorkan sejak 2015 hingga 2025 adalah Rp680,68 Triliun dan telah menghasilkan 20.503 desa mandiri, 23.578 desa maju, dan menurunkan desa tertinggal dan sangat tertinggal menjadi 9.375.
Jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal ini, dipastikan terus merosot dengan bertambahnya desa mandiri dan maju jika ada kolaborasi, baik dengan mitra dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya adalah Pemerintah China yang telah 75 tahun menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia.
Baca Juga: Digitalisasi Jadi Kunci Hilirisasi UMKM Naik Kelas
Sementara itu, kerja sama Indonesia dan China merupakan hal yang sangat penting direalisasikan, karena dipastikan membawa keuntungan dan kemajuan untuk keduanya.
Di antaranya dalam bidang ekonomi, perdagangan, keamanan, maupun pertukaran budaya yang kondisinya sangat baik, karena hubungan harmonis pemimpin dua negara ini sebagaimana dikatakan dalam sambutannya.
"Kami meyakini bahwa di masa mendatang, dengan kerja sama erat antara kedua belah pihak, China dan Indonesia akan terus mendorong pembangunan komunitas dengan nasib bersama pada tingkat yang lebih tinggi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perdamaian dan pembangunan, baik di kawasan maupun di dunia," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









