Akurat

Luhut Soal Proyek Kereta Cepat Whoosh: Ada Banyak Masalah Dan Kendala

Eko Krisyanto | 3 Oktober 2023, 17:14 WIB
Luhut Soal Proyek Kereta Cepat Whoosh: Ada Banyak Masalah Dan Kendala

AKURAT.CO Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bernama Whoosh diresmikan operasionalnya oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Oktober 2023 di Stasiun Halim, Jakarta.

Dalam peresmian KCJB, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan bahwa ada banyak kendala dan masalah yang dihadapi ketika diminta untuk melanjutkan proyek.

Permasalahan yang dihadapi Luhut dalam pembangunan kereta cepat diantaranya seperti persoalan pembebasan lahan, koordinasi yang belum baik, dan adanya pandemi Covid-19 yang juga berdampak pada progres pembangunan kereta cepat.

Baca Juga: Sudah Diresmikan Jokowi, Ini Waktu Tempuh Kereta Cepat Jakarta-Bandung

"Terus terang sejak terima penugasan bapak presiden untuk lanjutkan pembangunan Kereta Cepat akhir tahun 2019, ada banyak masalah dan kendala yang kami temukan. Dimulai dari masalah klasik mengenai pembebasan lahan, koordinasi yang belum baik sampai kesulitan pendanaan dihadapi akibat Covid-19," kata Luhut.

Luhut mengatakan jika kendala yang dihadapi selama pembangunan KCJB membuat banyak pihak pesimis dengan keberhasilan proyek satu itu.

"Namun pada pada hari yang bersejarah ini, kita dapat membuktikan proyek ini bisa diselesaikan dan dapat dioperasikan. Hal ini tidak lepas dari kerja sama yang baik dari seluruh pihak," tuturnya.

Baca Juga: Sudah Beroperasi, Kapan Kereta Cepat Whoosh Balik Modal?

Peresmian Kereta Cepat itu dihadiri oleh pejabat-pejabat lain seperti Menteri BUMN, Erick Thohir; Menhub, Budi Karya Sumadi; MenKop UKM, Teten Masduki; Menkominfo, Budi Arie Setiadi; hingga Ketua MPR, Bambang Soesatyo.

Fakta Kereta Cepat Jakarta-Bandung

  • Merupakan proyek kerja sama antara Indonesia dengan Tiongkok.

  • Proyek berlangsung selama tujuh tahun dengan target yang molor sejak pertama kali dimulai pada 2016.

  • Memiliki panjang lintasan 142,3 kilometer dari wilayah Halim, Jakarta hingga Tegalluar, Kabupaten Bandung.

  • Harga tiket sekitar Rp250 ribu sampai Rp350 ribu.

  • Kecepatan hingga 350 kilometer per jam

  • Waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya 40 menit

  • Kapasitas penumpang 601 orang

  • Dilengkapi empat stasiun yakni Halim, Karawang, Padalarang dan Tegalluar.

  • Terintegrasi dengan Kereta Api Feeder - Kereta Api khusus hasil kolaborasi dengan KAI dalam rangka peningkatan konektivitas dan layanan transportasi bagi penumpang Kereta Cepat.

  • Terintegrasi dengan moda transportasi seperti Commuterline Bandung Raya, Trans Metro Pasundan, Damri dan angkutan perkotaan lainnya. (Adinda Shafa Afriasti)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK