Akurat

Tayangan Azan Ganjar Picu Kontroversi, Siapa Yang Untung?

Citra Puspitaningrum | 11 September 2023, 17:41 WIB
Tayangan Azan Ganjar Picu Kontroversi, Siapa Yang Untung?

AKURAT.CO Tampilnya Ganjar Pranowo dalam tayangan azan pada siaran salah satu televisi swasta dianggap merugikan sosok capres yang didukung PDIP, PPP, Hanura dan Perindo. Kontroversi yang muncul tidak menjadikan Ganjar dan parpol pendukungnya untung, tetapi buntung.

Pengamat politik, Lucius Karus menyebut, kontroversi yang muncul bisa menciptakan disharmoni di antara partai pendukung. Apalagi, kalau inisiatif menampilkan Ganjar tidak didasarkan keputusan bersama antara parpol, tetapi salah satu parpol saja, dalam hal ini Perindo, mengingat sang Ketum Hary Tanoe (HT), pemilik MNC Group.

"Penting agar inisiatif satu parpol dibicarakan dengan parpol lain agar tidak menimbulkan disharmoni di antara parpol pendukung dan pengusung," kata Lucius, di Jakarta, Senin (11/9/2023).

Baca Juga: Ganjar Muncul Di Tayangan Azan, MUI: Tidak Masalah, Sah-sah Saja

Peneliti Formappi menyebutkan, upaya meningkatkan elektabilitas kandidat capres harus dilakukan dengan mengedepankan semangat menjaga integritas pemilu. Bukan membuat gaduh dan menuai kontroversi.

Dia menganggap persitiwa tersebut bisa menguntungkan kandidat capres yang didukung parpol-parpol lain. "Kalau benar bahwa penampilan Ganjar di Video Adzan MNC merupakan inisiatif sepihak Tim HT, maka kegaduhan yang timbul saat ini seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi parpol-parpol pengusung dan pendukung Ganjar," ujarnya.

Baca Juga: Ganjar Tampil Dalam Tayangan Azan, KPU Lempar Bola Ke KPI

Lebih lanjut, Lucius menuturkan apabila Perindo yang dikomandoi HT, ingin mendapatkan dampak elektoral dari Ganjar Pranowo, sepatutnya memanfaatkan cara-cara yang wajar. Bukan mengundang munculnya sentimen.

"Inisiatif yang diperlihatkan justru menjadi bumerang. Seperti video Ganjar di adzan MNC itu. Alih-alih mendapatkan efek elektoral yang positif, video itu justru dinilai merugikan Ganjar dan parpol pendukung Ganjar," bebernya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.