DPR Cecar Budi Arie Soal Kopdes Merah Putih: Jangan Cuma Kejar Target, Tapi Juga Berjalan Efektif

AKURAT.CO Menteri Koperasi RI, Budi Arie Setiadi, memaparkan perkembangan pendirian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Dia memastikan, koperasi ini dapat membuka peluang 1,6- 2 juta lapangan pekerjaan baru di desa.
"Kopdes hadir untuk memberikan solusi atas masalah-masalah tersebut, sekaligus sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat," kata Budi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (26/5/2025).
Dari laporan yang diterima per tanggal 25 Mei 2025, sebanyak 47.630 desa telah melakukan musyawarah desa khusus (musdesus). Sedangkan 79.075 desa atau kelurahan yang telah tersosialisasi, sebanyak atau 94 persen dari total keseluruhan sebanyak 83.994 desa dan kelurahan.
Baca Juga: Kementan Dorong Petani Muda Aktif di Koperasi Desa Merah Putih
"Sedangkan desa kelurahan yang telah membentuk tadi sudah saya sampaikan jumlahnya 47.630 atau 57,02 persen dan ini akan terus berkembang dan sesuai dengan perkembangan musdesus di daerah-daerah," jelas dia.
Budi Arie juga menjelaskan, dalam pembentukan kopdes provinsi paling terbanyak terdapat di Lampung, wilayah kedua Jawa Timur (Jatim) dengan presentase 90,68 persen dan Jawa tengah sebesar 89,19 persen. Sedangkan wilayah terendah ialah Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.
"Kita bisa Pemantauan perkembangan pembentukan Kopdeskel Merah Putih dilakukan satu pintu secara real time melalui kopdesmerahputih.kop.id," kata dia.
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto mengatakan, agar Menkop budi Arie untuk terus melakukan evaluasi terkait kapasitas yang telah dicapai. Pihaknya juga meminta agar Menkop tidak hanya mengejar kuantitas agar anggaran yang dikeluarkan tidak mubazir.
Baca Juga: Pemerintah Izinkan Legalisasi Kopdes Merah Putih Pakai Dana Desa: Biayanya Rp2,5 Juta
"Kalau hanya bapak kejar kuantitas bahwa ini sudah 45.000-an titik desa dan sebagainya, tanpa ada pengukuran bukannya ini mubazir pak buang-buang dana anggaran. Nah saya pikir ini juga perlu dikaji, apakah pak menteri sudsh tahu bahwa ini berjalan efektif atau tidak?" ucapnya.
Dia berharap, agar pembentukan kopdes terlaksana dengan baik dan sesuai dengan tujuan dari Kopdes Merah Putih.
"Ini poin penting jangan nanti dasarnya dari hasil musyawarah ini semuanya baik, nanti Kopdes Merah Putihnya karena dasarnya enggak bagus, orang tidak tersosialisasi dengan baik jadi gagal. Kopdes ini hanya jadi macan ompong saja nanti, nanti jadi sejenis kelinci percobaan," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 2Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 5Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 6Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag








