Kolaborasi Waralaba dan UMKM Didorong Jadi Motor Peningkatan Rasio Kewirausahaan

AKURAT.CO Indonesia harus segera keluar dari ketertinggalan dalam rasio kewirausahaan. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menyebut kolaborasi antara pelaku usaha waralaba dan UMKM merupakan salah satu strategi paling relevan untuk mempercepat pencapaian target rasio kewirausahaan lebih dari 4 persen.
“Pasar dalam negeri kita sangat besar, maka kita harus perkuat ragam bisnis pengusaha UMKM. Perbanyaklah menjadi market creator agar dapat menjadi pemimpin pasar,” ujar Maman saat membuka The Premier Business Expo – Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) ke-24 di Jakarta, Sabtu (17/5/2025).
Saat ini, Indonesia baru memiliki rasio kewirausahaan sebesar 3,1% dari total angkatan kerja. Angka ini tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang sudah mencapai lebih dari 4%, bahkan jauh di bawah Singapura yang berada di angka 8,7% dan Amerika Serikat sebesar 12%.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Inovasi, Menteri Maman: UMKM Tetap Didukung Pemerintah
Menurut Maman, negara dengan rasio kewirausahaan yang tinggi akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan berkelanjutan.
Oleh sebab itu, Indonesia perlu segera memperluas akses dan kesempatan berusaha, termasuk melalui model kemitraan yang diusung sektor waralaba.
Data Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) menyebutkan, omzet bisnis waralaba nasional mencapai Rp200 triliun pada 2023 dengan 60.000 gerai yang menyerap sekitar 30 juta pekerja.
Baca Juga: Menteri Maman: Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Belanja Produk UMKM
Maman menegaskan, pemerintah akan terus mendukung upaya penguatan waralaba sebagai mitra strategis UMKM.
Maman menilai, sistem bisnis waralaba yang telah terstandardisasi dan memiliki dukungan berkelanjutan sangat ideal sebagai pintu masuk bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya seluruh pihak mematuhi regulasi, terutama PP Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba, agar kemitraan tetap adil dan transparan.
"Kita tidak ingin ada oknum yang menyalahgunakan model waralaba demi keuntungan pribadi," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









