Akurat

CEPA Jadi Andalan RI-Korsel Genjot Perdagangan dan Skema Tenaga Ahli

Hefriday | 17 Mei 2025, 16:15 WIB
CEPA Jadi Andalan RI-Korsel Genjot Perdagangan dan Skema Tenaga Ahli

AKURAT.CO Indonesia terus memperkuat hubungan perdagangan dengan Korea Selatan melalui pemanfaatan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea (Indonesia-Korea CEPA).

Pemerintah menegaskan komitmen untuk mengoptimalkan perjanjian tersebut guna mendorong pertumbuhan perdagangan bilateral, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa Indonesia menyambut baik implementasi sistem pertukaran data elektronik asal barang (Electronic Origin Data Exchange System/EODES), yang mulai berlaku sejak Maret 2024. Sistem ini dinilai dapat mempercepat proses administrasi ekspor-impor serta meningkatkan efisiensi perdagangan antara kedua negara.

Baca Juga: Kadin Dorong Pemanfaatan CEPA untuk Perkuat Posisi RI di Rantai Pasok Global

Hal tersebut disampaikan Menteri Budi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Korea Selatan, Inkyo Cheong, di sela Pertemuan Para Menteri Perdagangan APEC (APEC MRT) yang berlangsung di Jeju, Korea Selatan, pada Jumat (16/5/2025) .

“Kami mengapresiasi langkah kedua negara yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan hubungan dagang. Diversifikasi pasar ekspor, termasuk ke Korea Selatan, menjadi fokus penting bagi Indonesia di tengah ketegangan perdagangan global,” ujar Budi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/5/2025).

Salah satu poin penting dalam pertemuan tersebut adalah pengusulan skema kerja sama baru bernama Special Scheme for Professionals (SSP). Melalui skema ini, Indonesia mendorong Korea Selatan untuk membuka peluang kerja bagi profesional asal Indonesia, khususnya di sektor teknologi informasi dan pengembangan perangkat lunak.

Pemerintah Korea Selatan menyambut positif usulan SSP dan menyatakan kesediaan untuk melakukan kajian awal serta menjalin komunikasi dengan asosiasi industri terkait.

Menteri Budi berharap skema ini dapat segera diimplementasikan dan memberi manfaat ekonomi nyata bagi kedua negara, terutama dalam menciptakan pertukaran tenaga ahli dan peningkatan kapasitas industri.

Baca Juga: Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan, Prabowo Ajak Erdogan Segera Selesaikan Perjanjian CEPA

Selain membahas kerja sama perdagangan, kedua menteri juga berdiskusi mengenai aksesi Indonesia ke Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Indonesia berharap Korea Selatan dapat memberikan dukungan teknis, termasuk asistensi dalam tahapan reviu dan penyusunan instrumen hukum OECD.

“Keanggotaan Indonesia di OECD diharapkan mampu meningkatkan kualitas kebijakan nasional serta memperkuat daya tarik investasi dari negara-negara anggota OECD,” ujar Mendag Budi.

Mendag menambahkan bahwa pengalaman Korea Selatan dalam OECD dapat menjadi acuan penting bagi Indonesia dalam proses aksesi.

Dari sisi lain, Korea Selatan mengungkapkan masih berlangsungnya proses negosiasi dengan Amerika Serikat terkait tarif resiprokal. Menteri Cheong belum dapat memberikan perkembangan lebih lanjut namun menghargai perhatian dan dukungan Indonesia atas isu tersebut.

Cheong juga mengapresiasi pendekatan ASEAN, termasuk Indonesia, dalam menyikapi isu-isu global dengan cara yang tenang dan konstruktif. Menurutnya, sikap tersebut menjadi fondasi penting bagi stabilitas perdagangan di kawasan Asia-Pasifik.

Berdasarkan data perdagangan, pada kuartal I tahun 2025, ekspor Indonesia ke Korea Selatan tercatat sebesar USD2,57 miliar, sementara impor mencapai USD2,11 miliar.

Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD457,30 juta, meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang 2024, total nilai perdagangan Indonesia-Korea Selatan mencapai USD20,09 miliar. Ekspor Indonesia tercatat sebesar USD10,76 miliar dan impor dari Korea Selatan mencapai USD9,34 miliar. Indonesia berhasil mencatatkan surplus perdagangan tahunan sebesar USD1,42 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke Korea Selatan meliputi minyak sawit, kendaraan bermotor, feronikel, asam lemak, dan bungkil.

Sementara itu, barang impor utama dari Korea Selatan ke Indonesia antara lain komponen alat telekomunikasi, suku cadang kendaraan bermotor, gear box, hingga ekskavator.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi