Akurat

Mendag RI dan Singapura Sepakati Langkah Strategis Perdagangan Baru

Hefriday | 27 Mei 2025, 09:15 WIB
Mendag RI dan Singapura Sepakati Langkah Strategis Perdagangan Baru

AKURAT.CO Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, melakukan pertemuan bilateral dengan Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Gan Kim Yong, di sela kunjungan mereka ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Singapura serta membahas sejumlah isu global yang memengaruhi sektor perdagangan kedua negara.

Pertemuan antara Mendag Budi Santoso dan Menteri Gan berlangsung setelah keduanya menghadiri Pertemuan ke-25 Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council/AECC Meeting). Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak sepakat untuk terus mendorong kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan dan memperkuat integrasi kawasan.

Baca Juga: Kemendag Perkuat Perlindungan Konsumen Paylater di E-Commerce

“Saya berharap Indonesia dan Singapura terus meningkatkan kerja sama di sektor perdagangan. Hubungan yang sudah terjalin baik selama ini telah memberikan dampak positif bagi perekonomian kedua negara,” ujar Mendag Budi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Sejumlah isu penting menjadi fokus pembahasan, antara lain rencana penyelenggaraan kembali Annual Ministerial Dialogue (AMD) Indonesia-Singapura tahun ini yang direncanakan digelar di Labuan Bajo.

Selain itu, dibahas pula usulan Future of Investment and Trade Partnership (FIT-P), isu tarif Amerika Serikat, dan kelanjutan moratorium bea masuk atas transmisi elektronik di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Mendag Budi menegaskan, Indonesia tetap memegang prinsip untuk mendukung sistem perdagangan internasional yang adil, terbuka, inklusif, dan berbasis aturan. Namun, Indonesia masih membutuhkan waktu untuk mempelajari usulan kerja sama FIT-P secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Mengenai isu tarif dari Amerika Serikat, Mendag menekankan pentingnya pendekatan diplomasi melalui dialog yang konstruktif.

Baca Juga: Kemendag dan Google Luncurkan Gemini Academy di Yogyakarta

“Indonesia tidak memilih jalur retaliasi, namun kami membuka ruang seluas-luasnya untuk dialog agar tercapai solusi yang menguntungkan kedua belah pihak,” jelasnya.

Mendag juga menyampaikan langkah-langkah yang tengah ditempuh pemerintah untuk memperkuat ketahanan ekonomi domestik.

Upaya tersebut meliputi pemberdayaan UMKM agar bisa menembus pasar ekspor, diversifikasi tujuan ekspor ke pasar non-tradisional, serta penguatan instrumen trade remedies untuk menjaga pasar dalam negeri dari praktik perdagangan tidak sehat.

Dari sisi lain, Menteri Gan menyambut baik hubungan bilateral yang selama ini telah berjalan harmonis. Dirinya menekankan bahwa sinergi antara Indonesia dan Singapura sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi kawasan, terutama di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

“Singapura sangat menghargai kemitraan erat yang telah terbangun dengan Indonesia. Kami berharap Indonesia dapat bergabung dalam inisiatif FIT-P dan JSI e-Commerce sebagai bagian dari penguatan kerja sama digital dan investasi masa depan,” ungkap Menteri Gan.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total nilai perdagangan antara Indonesia dan Singapura pada kuartal pertama 2025 mencapai USD7,54 miliar. Ekspor Indonesia ke Singapura sebesar USD2,96 miliar, sementara impor dari Singapura mencapai USD4,59 miliar. Sepanjang 2024, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD33,72 miliar.

Dari sisi investasi, Singapura menjadi mitra penting bagi Indonesia. Nilai investasi dari Negeri Singa pada 2024 mencapai USD20 miliar, meningkat signifikan sebesar 41,44% dibandingkan tahun sebelumnya.

Singapura juga menempati peringkat ke-5 sebagai tujuan ekspor Indonesia dan peringkat ke-2 sebagai negara asal impor bagi Indonesia.

Produk ekspor utama Indonesia ke Singapura meliputi gas alam, minyak petroleum, emas, dan residu petroleum. Sementara itu, produk impor utama Indonesia dari Singapura adalah gas alam, mesin pemroses data otomatis, hidrokarbon siklik, dan emas.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi