Akurat

Gerakan SDM Unggul, Kemnaker Siapkan 50 Ribu Talenta Digital di 2025

Demi Ermansyah | 5 Mei 2025, 12:00 WIB
Gerakan SDM Unggul, Kemnaker Siapkan 50 Ribu Talenta Digital di 2025

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan inisiatif berskala nasional yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia unggul di bidang teknologi digital dan industri 4.0.

Program bertajuk Best Learning tersebut menargetkan pelatihan kepada 50 ribu peserta pada tahun 2025.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, program ini merupakan bentuk konkret dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang makin terdigitalisasi.

Baca Juga: Inilah Cara Mudah Login Aplikasi SIAPKerja Kemnaker dan Temukan Lowongan Kerja Resmi

"Peserta akan kami latih untuk mampu problem solving di proyek berbasis teknologi. Setelah itu, mereka bisa menawarkan solusi langsung ke dunia industri," ujar Yassierli, Senin (5/5/2025).

Modul pelatihan yang tengah disusun akan berfokus pada coding, otomatisasi, serta pemanfaatan perangkat digital untuk berbagai kebutuhan, seperti smart warehouse, smart logistics, dan smart building.

Peserta pelatihan akan direkrut dari kalangan yang telah memiliki dasar di bidang elektronika industri.

Menurut Yassierli, penguatan SDM menjadi pilar utama dalam strategi peningkatan produktivitas industri, bersama tiga aspek lain yaitu kebijakan (policy), proses (process), dan produk (product). Kemnaker juga membuka akses ke balai-balai pelatihan kerja sebagai pusat pengembangan kompetensi.

Baca Juga: Serikat Pekerja Desak Kemenaker Awasi Perusahaan yang Tak Patuhi Kenaikan Upah Minimum

"Transformasi ini adalah gerakan nasional. Kita harap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan kerja mereka masing-masing," tegasnya.

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan talenta digital, program ini diharapkan dapat mengisi kekosongan keterampilan yang selama ini menjadi hambatan di berbagai sektor industri, terutama usaha kecil dan menengah yang sedang bertransformasi digital.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.