Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2026 Tembus 5,5 Persen, Ini Pendorongnya

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto optimistis ekonomi Indonesia tetap tumbuh kuat pada 2026.
“Proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini di atas 5,3 persen, dan kuartal pertama sekitar 5,5 persen,” katanya di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Pemerintah menilai fondasi ekonomi masih kuat memasuki 2026, dengan kombinasi konsumsi domestik, stabilitas fiskal, dan kinerja ekspor.
Baca Juga: Menko Airlangga Pastikan Dana Koperasi Desa Dipantau Ketat dari APBN
"Ke depan, fokus kebijakan diarahkan pada menjaga daya beli, memperkuat investasi, serta mengantisipasi risiko global yang masih dinamis," imbuhnya.
Pertumbuhan Ekonomi RI Relatif Stabil
Secara global, ekonomi dunia masih menghadapi perlambatan akibat ketidakpastian geopolitik dan tekanan suku bunga tinggi. Proyeksi dari IMF, OECD, dan Bank Dunia menunjukkan pertumbuhan global hanya berada di kisaran 2,6–3,3%.
Dalam konteks historis, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil di kisaran 5% dalam satu dekade terakhir, kecuali saat pandemi COVID-19 yang sempat menekan hingga kontraksi.
Ketahanan ini ditopang oleh struktur ekonomi domestik yang kuat, khususnya konsumsi dalam negeri dan belanja pemerintah.
Tahun 2025 misalnya, Ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,11% sepanjang 2025, melampaui rata-rata pertumbuhan global yang berada di kisaran 2,6% hingga 3,3%, di tengah tekanan ekonomi dunia.
“Pertumbuhan ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara negara anggota G20,” ujar Airlangga.
Airlangga menyebut konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama dengan kontribusi 54% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Indikator daya beli juga tercermin dari Mandiri Spending Index yang berada di level 360,7.
Selain itu, sejumlah indikator makro menunjukkan stabilitas, antara lain inflasi terkendali, neraca perdagangan surplus selama 70 bulan berturut-turut, cadangan devisa mencapai USD148,2 miliar, indeks manufaktur di level ekspansi 50,1.
Data Sosial Membaik
Kinerja ekonomi yang stabil berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan kepercayaan pelaku usaha.
Data sosial menunjukkan tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25%, tingkat pengangguran sebesar 4,7% dan rasio gini turun menjadi 0,363.
Selain itu, investasi sepanjang 2025 mampu menyerap 2,71 juta tenaga kerja baru, menunjukkan aktivitas ekonomi yang tetap ekspansif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 4ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 7Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 8Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag









