Akurat Logo

Moto3 Austria: Peluang Poin Makin Berat, Veda Ega Pratama Wajib Lewati Q1

Dian Eko Prasetio | 18 September 2026, 19:53 WIB
Moto3 Austria: Peluang Poin Makin Berat, Veda Ega Pratama Wajib Lewati Q1
Pembalap Honda Team Asia asal Indonesia, Veda Ega Pratama, saat beraksi di sesi latihan Moto3 Austria 2026 di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Jumat (18/9/2026). X/Honda Team Asia

AKURAT.CO, Tantangan berat harus dihadapi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, pada seri ke-15 Moto3 Austria 2026 di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Jumat (18/9/2026).

Mengakhiri sesi practice (sore hari) di posisi ke-18 membuat Veda Ega Pratama dipastikan gagal lolos langsung ke Kualifikasi 2 (Q2) Moto3 Austria.

Situasi ini secara otomatis memperberat jalan Veda Ega Pratama untuk mengamankan posisi start ideal demi mencuri poin pada balapan utama Moto3 Austria akhir pekan nanti.

Veda harus puas menempati urutan ke-18 setelah membukukan catatan waktu satu menit 40,773 detik. Meskipun berhasil mempertajam waktunya dibanding sesi latihan bebas pertama (FP1), sengitnya persaingan memaksa sang rookie Honda Team Asia itu harus berjuang lebih ekstra dari babak kualifikasi 1 (Q1).

Baca Juga: Moto3 Austria: Misi Bangkit, Veda Ega Pratama Bertekad Tembus Zona Poin di Red Bull Ring

Sesi practice sendiri mendudukkan David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) di posisi teratas dengan catatan waktu mengesankan, satu menit 39,668 detik. Disusul Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) dan Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) di tiga besar.

Tingkat kerapatan waktu di Moto3 Austria memang sangat tinggi. Jarak Veda ke posisi ke-14, batas aman lolos Q2 yang ditempati Adrian Fernandez, sebenarnya hanya terpaut 0,242 detik.

Namun, dalam persaingan balap kelas ringan yang sekompetitif ini, selisih tipis tersebut berimbas signifikan pada posisi akhir di lembar catatan waktu.

Veda Ega Pratama Harus Lewati Jalur Terjal Q1 demi Slot Q2

Kondisi harus merambat dari Q1 tentu menjadi ujian tersendiri bagi Veda. Ia wajib menjadi empat pembalap tercepat di Q1 pada Sabtu (19/9/2026) besok jika ingin mengamankan tiket menuju Q2 dan memperebutkan posisi start di empat baris terdepan.

Jika gagal menembus empat besar di Q1, Veda harus rela mengawali balapan dari barisan belakang (minimal grid ke-19). Mengingat karakter balapan Moto3 yang sangat dinamis, start dari posisi bawah akan menuntut Veda melakukan penetrasi agresif sejak awal lap untuk bisa merangsek ke zona 15 besar (zona poin).

Meski begitu, celah bagi pembalap bernomor start 9 ini belum sepenuhnya tertutup. Karakter Sirkuit Red Bull Ring yang kaya akan trek lurus panjang (long straight) dan zona pengereman keras (heavy braking) kerap menyajikan grup balapan (pack) yang sangat rapat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.