Akurat

Cair Awal Ramadan, Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun Untuk THR ASN 2026

Esha Tri Wahyuni | 14 Februari 2026, 15:44 WIB
Cair Awal Ramadan, Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun Untuk THR ASN 2026

AKURAT.CO Pemerintah memastikan THR ASN 2026 akan kembali digelontorkan menjelang bulan suci. Tahun depan, alokasi Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI, dan Polri disiapkan sebesar Rp55 triliun dan ditargetkan cair pada awal Ramadan 2026. 

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi belanja pemerintah kuartal I-2026 yang diproyeksikan mencapai Rp809 triliun, sekaligus dirancang untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat di awal tahun. 
 
Selain THR, pemerintah juga mengakselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), stimulus ekonomi, hingga proyek hilirisasi bernilai ratusan triliun rupiah. Lalu, kapan tepatnya THR ASN 2026 cair dan bagaimana dampaknya terhadap ekonomi?

THR ASN 2026: Target Cair Awal Puasa

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan pencairan THR bagi aparatur negara tetap menjadi prioritas fiskal pemerintah di awal tahun.
 

“Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi, saya tidak tau tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan udah bisa kita salurkan,” kata Purbaya di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Alokasi Rp55 triliun tersebut mencakup THR untuk aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri. Pemerintah berharap pencairan lebih awal mampu mendorong konsumsi rumah tangga, terutama menjelang Idul Fitri.

Belanja Pemerintah Kuartal I-2026 Tembus Rp809 Triliun

THR ASN 2026 merupakan bagian dari total proyeksi belanja pemerintah pada kuartal I-2026 yang mencapai Rp809 triliun. Angka ini menunjukkan strategi ekspansi fiskal di awal tahun untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

Selain THR, pemerintah juga mengalokasikan Rp62 triliun untuk percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rp6 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatera, Rp13 triliun untuk paket stimulus ekonomi.

Purbaya menegaskan belanja negara akan dijalankan tepat waktu agar tidak mengganggu siklus pertumbuhan.

Target Ekonomi 5,5–6 Persen: Keluar dari Jebakan 5 Persen?

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 berada di kisaran 5,5 hingga 6%. “Prediksi kita di kuartal pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen,” ujar Purbaya.

Menurutnya, capaian tersebut akan menjadi lompatan signifikan karena berpotensi membawa Indonesia keluar dari tren pertumbuhan stagnan di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Momentum konsumsi dinilai akan terdorong oleh libur Imlek, Idul Fitri, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang memberi fleksibilitas bagi masyarakat untuk berbelanja dan bepergian.

Investasi Rp220 Triliun: KDMP, Perumahan, hingga Hilirisasi

Dari sisi penawaran dan investasi, pemerintah juga menyiapkan sejumlah proyek strategis untuk memperkuat daya ungkit ekonomi.

Di antaranya pembangunan 30 ribu unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) senilai Rp90 triliun, serta pembangunan 190 ribu unit rumah komersial, rumah subsidi, dan bantuan renovasi (BSPS) dengan total anggaran Rp20 triliun.

Selain itu, terdapat groundbreaking proyek hilirisasi Danantara senilai USD7 miliar atau sekitar Rp110 triliun. Secara total, dorongan investasi langsung yang teridentifikasi mencapai sekitar Rp220 triliun.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sektor riil, membuka lapangan kerja baru, sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan di tengah dinamika global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.