Akurat

Inflasi Inti AS Menguat, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga

Esha Tri Wahyuni | 15 Februari 2026, 19:30 WIB
Inflasi Inti AS Menguat, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga

AKURAT.CO Inflasi inti Amerika Serikat (AS) kembali meningkat pada awal tahun ini, memperkuat sikap hati-hati bank sentral dalam menentukan arah suku bunga.

Mengutip dari laman reuters, hasil data terbaru dari Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi naik 0,3% pada Januari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Agustus lalu.

Secara tahunan, IHK inti masih mencatat kenaikan, namun menjadi yang paling rendah sejak 2021. Kondisi ini mencerminkan tekanan harga yang belum sepenuhnya mereda, terutama dari sektor jasa.

Baca Juga: Inflasi AS Terjaga, Bitcoin Menguat ke USD97.000

Kenaikan harga tercatat pada tiket pesawat, perawatan pribadi, rekreasi, layanan kesehatan, dan komunikasi. Sebaliknya, harga mobil dan truk bekas, perabot rumah tangga, serta asuransi kendaraan mengalami penurunan.

Laporan ini langsung memicu reaksi pasar. Kontrak berjangka saham bergerak fluktuatif, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS turun setelah data dirilis.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) belum akan terburu-buru memangkas suku bunga. Pelaku pasar kini melihat peluang yang hampir seimbang untuk pemangkasan suku bunga pada pertemuan Juni mendatang, setelah tiga kali penurunan berturut-turut pada akhir 2025.

Baca Juga: Inflasi AS Turun, Investor Whale Gencar Akumulasi PEPE, CAKE dan WLFI

Selain itu, Januari merupakan periode penyesuaian harga tahunan oleh pelaku usaha. Sejumlah ekonom menilai sebagian biaya tambahan, termasuk yang terkait kebijakan tarif, mulai diteruskan ke konsumen.

Dengan stabilisasi pasar tenaga kerja yang mulai terlihat, bank sentral diperkirakan masih menunggu bukti tambahan bahwa inflasi benar-benar menuju target sebelum mengambil langkah pelonggaran lanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.