Akurat

Inflasi AS Terjaga, Bitcoin Menguat ke USD97.000

Hefriday | 16 Januari 2026, 20:39 WIB
Inflasi AS Terjaga, Bitcoin Menguat ke USD97.000

AKURAT.CO Harga Bitcoin kembali mencuri perhatian pasar kripto global setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) Desember 2025 dirilis sesuai ekspektasi. Stabilnya inflasi AS membuka ruang bagi aset berisiko, termasuk kripto, untuk bergerak lebih leluasa setelah melalui fase konsolidasi cukup panjang.

Kondisi ini menjadi katalis positif bagi Bitcoin (BTC) yang sempat menembus level psikologis USD97.000 sebelum mengalami koreksi terbatas. Pelaku perdagangan aset kripto dalam negeri menilai meredanya tekanan makroekonomi global membuat sentimen pasar berangsur membaik. 

Investor mulai kembali melirik Bitcoin dan aset kripto utama lainnya seiring menurunnya ketidakpastian arah kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). Di tengah likuiditas global yang relatif terjaga, pasar kini fokus menanti sinyal lanjutan dari data ekonomi AS berikutnya.

Bitcoin Menguat Setelah Inflasi AS Sesuai Ekspektasi

Vice President Indodax, Antony Kusuma, mengungkapkan harga Bitcoin kembali menguat dan sempat menyentuh level USD97.000 sebelum terkoreksi tipis ke kisaran USD95.000–96.000 pada Kamis (15/1/2026). Pergerakan tersebut terjadi usai rilis data inflasi AS Desember 2025 yang dinilai sejalan dengan proyeksi pasar.

Baca Juga: Bitcoin Reli ke USD90.000 Buntut Penangkapan Maduro

“Angka inflasi Desember 2025 masih sesuai ekspektasi, sehingga pasar relatif lebih tenang. Dalam kondisi seperti ini, investor global biasanya mulai kembali melirik aset berisiko, termasuk kripto,” ujar Antony dalam keterangan yang diterima  di Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Data Inflasi AS Jadi Kunci Sentimen Pasar Kripto

Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics/BLS), inflasi AS tercatat naik 0,3% secara bulanan (month to month/mom) dan 2,7% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, inflasi inti (core inflation) tetap terkendali di level 0,2% mom dan 2,6% yoy.

Menurut Antony, data tersebut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter agresif. Ketidakpastian yang menurun membuat likuiditas global berpotensi tetap terjaga, sehingga mendukung pergerakan harga aset kripto dalam jangka pendek.

“Untuk saat ini, pelaku pasar akan fokus menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed sambil mencermati rilis data ekonomi selanjutnya,” jelasnya.

Aksi Borong Institusi Dorong Harga Bitcoin

Selain faktor makroekonomi, penguatan Bitcoin juga didorong oleh aksi pembelian institusi besar. Strategy Inc. dilaporkan menambah kepemilikan Bitcoin senilai lebih dari USD1 miliar pada awal 2026, menjadi pembelian terbesarnya sejak pertengahan 2025.

Langkah tersebut semakin mengukuhkan posisi Strategy Inc. sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Aksi akumulasi ini turut memberikan dorongan sentimen positif ke pasar, meskipun permintaan ritel global masih terpantau terbatas.

Institusi Perkuat Fundamental Bitcoin

Antony menilai konsistensi akumulasi oleh institusi besar mencerminkan semakin kuatnya persepsi Bitcoin sebagai aset dengan fundamental jangka panjang yang solid.

“Institusi tidak masuk karena momentum sesaat. Akumulasi berkelanjutan menunjukkan keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin, terlepas dari volatilitas jangka pendek yang masih terjadi,” katanya.

Altcoin Ikut Menguat, Minat Risiko Meningkat

Tak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainnya juga mencatatkan penguatan. Ethereum, Solana, dan beberapa altcoin berkapitalisasi besar bergerak lebih agresif dalam periode yang sama.

Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko seiring meredanya tekanan makroekonomi global. Meski demikian, volatilitas tetap menjadi karakter utama pasar kripto.

Investor Diimbau Tetap Disiplin Kelola Risiko

Di tengah sentimen positif yang mulai terbentuk, Antony mengimbau pelaku pasar untuk tetap mengedepankan manajemen risiko secara disiplin. Investor juga disarankan melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.

Dengan dinamika makro yang masih berkembang dan arah kebijakan The Fed yang belum sepenuhnya jelas, kehati-hatian dinilai tetap menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan pasar kripto ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa