Akurat

Bitcoin Reli ke USD90.000 Buntut Penangkapan Maduro

Hefriday | 5 Januari 2026, 15:15 WIB
Bitcoin Reli ke USD90.000 Buntut Penangkapan Maduro

AKURAT.CO Pasar aset digital global mencatat penguatan signifikan seiring memanasnya tensi geopolitik di Amerika Latin. 

Bitcoin (BTC) dan sejumlah mata uang kripto utama reli tajam setelah kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat (AS) mencuat ke publik. 
 
Peristiwa tersebut memicu spekulasi luas terkait masa depan pasar minyak dunia dan stabilitas nilai tukar dolar AS dalam jangka menengah hingga 2026.
 
Dikutip dari beberapa sumber, Senin (5/1/2026) harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir bergerak agresif dan berhasil menembus level psikologis penting di atas USD90.000 per koin. 
 
Kenaikan ini terjadi seiring lonjakan minat investor terhadap aset digital di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Tidak hanya Bitcoin, pasar kripto secara keseluruhan juga mencatat pertumbuhan kapitalisasi yang cukup besar. 
 
 
Total nilai pasar aset kripto dilaporkan bertambah sekitar USD100 miliar dalam waktu singkat, mencerminkan arus masuk dana baru dari pelaku pasar yang berspekulasi terhadap dampak lanjutan intervensi AS di Venezuela.
 
Situasi semakin menjadi sorotan setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan rencana untuk mengambil alih kendali atas cadangan minyak Venezuela yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Trump juga menyatakan keinginannya mendorong perusahaan-perusahaan energi AS untuk menanamkan investasi berskala besar di sektor minyak negara tersebut.
 
Langkah tersebut dinilai berpotensi mengubah peta pasokan energi global. Sejumlah analis memprediksi masuknya AS ke sektor minyak Venezuela dapat menekan harga minyak mentah internasional secara signifikan, bahkan membuka peluang harga jatuh di bawah USD50 per barel dalam waktu dekat.
 
Manajer dana ekuitas, Grant Cardone menilai, penurunan harga minyak merupakan skenario yang realistis pasca intervensi tersebut. Menurutnya, tekanan harga minyak dapat terjadi cepat seiring ekspektasi pasar terhadap peningkatan produksi dan perubahan tata kelola sektor energi Venezuela.
 
Dari sisi makroekonomi, penurunan harga minyak berpotensi menurunkan tingkat inflasi, baik di Amerika Serikat maupun secara global. Lingkungan inflasi yang lebih rendah kerap dipersepsikan positif bagi aset berisiko, termasuk kripto, karena membuka ruang kebijakan moneter yang lebih longgar.
 
Dalam konteks tersebut, Bitcoin kembali dipandang sebagai alternatif lindung nilai. Sejumlah pelaku pasar menilai aset kripto dapat memperoleh keuntungan ganda, yakni dari melemahnya tekanan inflasi sekaligus potensi pelemahan dolar AS akibat guncangan besar di pasar energi global.
 
Analis juga menyoroti potensi kejutan nilai ekonomi dari perubahan drastis di sektor minyak dunia yang disebut-sebut dapat mencapai triliunan dolar AS. Guncangan sebesar itu dinilai berisiko mendestabilisasi sistem keuangan global dan mendorong investor mencari aset alternatif di luar instrumen keuangan konvensional.
 
Reaksi cepat pasar kripto, yang tercermin dari lonjakan harga Bitcoin dan peningkatan kapitalisasi pasar, menegaskan kuatnya korelasi antara peristiwa geopolitik dan pergerakan aset digital. Setiap perkembangan baru di Venezuela kini menjadi perhatian utama trader global.
 
Di sisi lain, Venezuela selama bertahun-tahun dikenal mengalami krisis ekonomi dan politik berkepanjangan meski memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah. Sanksi ekonomi yang dipimpin AS terhadap sektor minyak Venezuela sebelumnya telah menekan produksi dan ekspor negara tersebut secara signifikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa