Akurat

Sinyal Whale Bitcoin Dipertanyakan, Aktivitas Exchange Picu Salah Tafsir

Hefriday | 4 Januari 2026, 08:30 WIB
Sinyal Whale Bitcoin Dipertanyakan, Aktivitas Exchange Picu Salah Tafsir

AKURAT.CO Narasi mengenai akumulasi Bitcoin secara agresif oleh investor besar atau crypto whale belakangan ini mulai dipertanyakan.

Data pasar terbaru menunjukkan bahwa lonjakan sinyal on-chain yang semula ditafsirkan sebagai aksi beli masif ternyata lebih banyak dipicu oleh aktivitas internal exchange aset kripto.

Dikutip dari BeinCrypto, Minggu (4/1/2026) temuan tersebut disampaikan oleh Kepala Riset CryptoQuant, Julio Moreno, yang mengungkapkan bahwa pergerakan Bitcoin dalam jumlah besar pada awal Januari tidak sepenuhnya mencerminkan minat beli dari investor kelas kakap. Sebaliknya, aktivitas itu berasal dari proses konsolidasi aset yang dilakukan oleh exchange.

Baca Juga: Skenario Bearish Bitcoin di 2026: Bisa Sentuh USD60.000 di Akhir Tahun

Menurut Moreno, exchange kerap melakukan penataan ulang brankas digital mereka dengan memindahkan dana dari banyak alamat deposit kecil ke sejumlah wallet yang lebih besar, umumnya berbentuk cold storage. Praktik teknis ini lazim dilakukan demi efisiensi dan keamanan aset.

Namun, dari sudut pandang data on-chain, perpindahan tersebut dapat terlihat seperti akumulasi Bitcoin oleh satu entitas besar. Akibatnya, pelacak pasar dan investor ritel berpotensi salah menafsirkan sinyal tersebut sebagai aksi beli agresif dari whale.

Setelah memfilter transfer internal exchange, CryptoQuant justru menemukan gambaran yang berlawanan. Moreno menegaskan bahwa tren yang terjadi di kalangan holder besar Bitcoin sepanjang Desember cenderung bearish.

Kelompok whale, yakni entitas yang memegang lebih dari 1.000 Bitcoin, bersama investor menengah yang sering disebut dolphin, tercatat sebagai penjual bersih selama periode tersebut. Total kepemilikan Bitcoin oleh kelompok ini turun signifikan dari sekitar 3,2 juta BTC menjadi di bawah 2,9 juta BTC pada Desember.

Meski sempat mengalami koreksi ringan hingga sekitar 3,1 juta BTC, tren pelepasan aset masih terlihat jelas. Tekanan jual juga terjadi pada wallet berukuran menengah dengan kepemilikan antara 100 hingga 1.000 BTC, yang secara kolektif mencatat penurunan saldo hingga sekitar 4,7 juta Bitcoin.

Baca Juga: Stabil di USD88.000, Data On Chain Bitcoin Isyaratkan Meredanya Tekanan Jual

Distribusi aset ini berlangsung di tengah volatilitas harga yang tinggi. Sepanjang Desember, harga Bitcoin mengalami koreksi tajam dari level tertinggi di kisaran USD94.297 ke titik terendah sekitar USD84.581, mencerminkan tekanan pasar yang cukup kuat.

Indikasi pelemahan sentimen juga diperkuat oleh data dari perusahaan analitik blockchain Glassnode. Laporan mereka menunjukkan arus bersih modal bulanan ke jaringan Bitcoin berubah menjadi negatif di penghujung Desember.

Perubahan ini menandai berakhirnya periode panjang arus masuk modal yang konsisten positif selama hampir dua tahun sejak akhir 2023. Kondisi tersebut mengindikasikan berkurangnya minat investasi bersih ke dalam ekosistem Bitcoin.

Lebih jauh, Glassnode mencatat bahwa holder jangka panjang, yang selama ini dikenal relatif tahan terhadap gejolak harga, mulai merealisasikan kerugian dalam skala besar. Laju realisasi kerugian ini bahkan melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 2024.

Lonjakan kerugian terealisasi tersebut mengisyaratkan munculnya fenomena “kelelahan investor” dan aksi kapitulasi. Situasi ini menjadi sinyal bahwa tekanan psikologis mulai merambah kelompok pasar yang sebelumnya dianggap paling kuat dalam menghadapi volatilitas Bitcoin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi