Inflasi Inti AS Melandai, Ruang The Fed Tahan Suku Bunga Kian Terbuka

AKURAT.CO Laju inflasi inti Amerika Serikat (AS) yang kembali melambat pada Desember lalu semakin memperkuat sinyal pendinginan harga dan memberi ruang lebih lebar bagi bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk menahan suku bunga acuannya dalam waktu dekat.
Mengutip dari laman Bloomberg, hasil data Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) inti naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan.
Tentunya capaian tahunan tersebut menyamai level terendah dalam empat tahun terakhir dan dinilai lebih mencerminkan kondisi riil dibandingkan laporan bulan sebelumnya yang terdistorsi penutupan pemerintahan.
Baca Juga: Inflasi AS Turun, Investor Whale Gencar Akumulasi PEPE, CAKE dan WLFI
Meski tekanan harga belum sepenuhnya hilang, terutama dari sektor perumahan, tren inflasi inti sepanjang 2025 menunjukkan arah yang semakin terkendali.
Biaya tempat tinggal tercatat naik 0,4% pada Desember dan menjadi kontributor terbesar kenaikan bulanan. Namun, di luar komponen perumahan, inflasi inti hanya meningkat 0,1%.
Sejumlah kategori barang bahkan mencatat penurunan harga, seperti peralatan rumah tangga serta mobil dan truk bekas.
Harga barang inti secara keseluruhan stagnan, berlawanan dengan ekspektasi pasar akan adanya rebound di akhir tahun.
Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir Januari, setelah sebelumnya memangkas suku bunga tiga kali berturut-turut sepanjang 2025.
Baca Juga: Goldman Sachs: The Fed Berpotensi Pangkas Suku Bunga Dua Kali di 2026
Meski demikian, perdebatan internal masih berlangsung terkait ruang penurunan suku bunga lanjutan, terutama di tengah potensi tekanan harga dari tarif dan melemahnya pasar tenaga kerja.
Reaksi pasar cenderung hati-hati. Kontrak berjangka saham dan obligasi pemerintah AS memangkas penguatan setelah data inflasi dirilis, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan moneter ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










