Survei ISS: Kepercayaan pada Presiden Tembus 90,9%, MBG Dapatkan Respon Positif

AKURAT.CO Indonesian Social Survey (ISS) merilis survei nasional terbaru yang menggambarkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan respon positif.
Direktur Eksekutif ISS, Whinda Yustisia, menyampaikan bahwa indeks kualitas hidup nasional berada di angka 65 dari 100, yang dikategorikan sebagai “cukup baik”.
“Secara umum, masyarakat merasa cukup bahagia, sehat, aman, dan memiliki kepercayaan tinggi terhadap sesama dan lembaga negara. Namun, aspek ekonomi rumah tangga masih menjadi tantangan terbesar,” kata Whinda Dalam diskusi publik, Kamis (21/8/2025).
Baca Juga: Sri Mulyani: Rp223,6 Triliun Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk MBG
Meskipun skor kesejahteraan ekonomi menjadi yang terendah, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah justru tinggi, mencapai 78 persen. ISS menemukan bahwa kepuasan ini lebih dipengaruhi oleh faktor non-ekonomi seperti rasa aman, legitimasi politik, dan kualitas layanan dasar.
Dari 39 indikator yang diukur, hanya delapan yang signifikan dalam menjelaskan tingkat kepuasan terhadap pemerintah, di antaranya adalah kepuasan hidup, fasilitas pendidikan, rasa aman, serta kepercayaan terhadap Presiden, Wakil Presiden, Menteri, TNI, dan jalannya demokrasi.
"Kepercayaan terhadap Presiden bahkan mencapai angka tertinggi sejak era reformasi, yaitu 90,9 persen," ujar Whinda.
Salah satu program pemerintah yang mendapat respons paling positif adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diingat spontan oleh 67% responden, dikenal oleh 89%, dan dinilai bermanfaat oleh 82% responden.
Meski demikian, sebagian masyarakat merasa manfaat MBG masih terbatas dan belum sepenuhnya meringankan beban ekonomi rumah tangga.
Baca Juga: Anggaran MBG Capai Rp335 Triliun, Maman: UMKM Paling Diuntungkan
Di sisi lain, Juru Bicara Kantor Komunikasi Presiden, Fitra Faisal, menegaskan bahwa MBG merupakan salah satu intervensi utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat, khususnya dari sisi pengeluaran keluarga.
“Meski tidak menambah pendapatan langsung seperti bantuan tunai, MBG membantu mengurangi beban belanja harian. Misalnya, dua anak sekolah bisa menghemat pengeluaran hingga Rp600.000 per bulan,” jelas Fitra.
Hingga Agustus 2025, program MBG telah menjangkau antara 12 hingga 20 juta penerima manfaat, serta menyerap sekitar 290 ribu tenaga kerja. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran Rp757,8 triliun untuk sektor pendidikan, termasuk renovasi 800 madrasah, 11.686 sekolah, dan peningkatan kualitas guru.
Fitra menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai pilar utama menuju Indonesia Emas 2045.
“Pertumbuhan industri akan sia-sia jika masyarakat tidak memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masa depan. Maka dari itu, pembangunan harus menyiapkan manusia Indonesia agar siap menghadapi era society 5.0,” tegasnya.
Adapun, survei ini dilakukan pada Juli 2025 terhadap 2.200 responden dari 38 provinsi, dengan mengukur tujuh aspek utama kualitas hidup: kesejahteraan psikologis (67,3), kesehatan (70,1), keamanan (72,3), kepercayaan sosial dan institusi (70,2), partisipasi politik (69,7), kesejahteraan ekonomi (42,6), serta kualitas lingkungan (62,9).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










