Akurat

Tarif Trump Ancam Stabilitas Perdagangan Global Jelang 1 Agustus

Demi Ermansyah | 7 Juli 2025, 11:20 WIB
Tarif Trump Ancam Stabilitas Perdagangan Global Jelang 1 Agustus

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali mengguncang perekonomian global dengan kebijakan tarif per negara yang akan berlaku efektif pada 1 Agustus 2025.

Langkah ini disebut oleh pengamat sebagai potensi pemicu ketidakstabilan dalam hubungan dagang internasional, khususnya dengan mitra strategis seperti Uni Eropa dan Asia Timur.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa mitra dagang AS memiliki tenggat waktu hingga 9 Juli untuk merespons, baik melalui surat kesediaan atau negosiasi langsung.

“Saya kira sebagian besar negara akan selesai pada 9 Juli, baik melalui surat atau kesepakatan,” ujarnya dikutip dari laman reuters.

Baca Juga: China Peringatkan Negara Berkembang Jangan Jadi Korban Tarif AS

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick menegaskan bahwa tarif tersebut merupakan kombinasi antara keputusan sepihak dan hasil kesepakatan bilateral yang masih terus dibahas.

Namun, tidak ada kejelasan negara mana yang akan menerima tarif atau berhasil menghindarinya lewat negosiasi.

Kebijakan ini menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk ekonom dan lembaga dagang internasional.

Mereka menilai pendekatan tarif berbasis negara tanpa kejelasan indikator bisa menciptakan ketidakpastian dalam rantai pasok global. Beberapa negara, terutama di Asia, disebut tengah menyusun respons diplomatik atas ancaman tarif ini.

Baca Juga: Tarif AS Ganggu Daya Saing Ekspor Jepang, Industri Manufaktur Semakin Tertekan

Profesor Ekonomi Internasional dari University of Chicago, Lisa Brown, menilai pendekatan Trump berisiko memicu tindakan balasan.

“Langkah ini bisa berdampak domino dan meningkatkan ketegangan dagang global,” ujarnya.

Jika diterapkan secara penuh, kebijakan ini berpotensi meningkatkan harga barang impor di AS serta memperlambat laju perdagangan global, sesuatu yang tidak diinginkan di tengah proses pemulihan ekonomi pascapandemi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.