Akurat

Powell Tolak Desakan Trump Pangkas Suku Bunga, Tekankan Sikap Hati-hati

Demi Ermansyah | 25 Juni 2025, 11:15 WIB
Powell Tolak Desakan Trump Pangkas Suku Bunga, Tekankan Sikap Hati-hati

AKURAT.CO Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell kembali menegaskan sikap hati-hatinya dalam mengambil kebijakan moneter, menolak desakan Presiden Donald Trump untuk segera memangkas suku bunga.

Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Layanan Keuangan DPR AS, Selasa (24/6/2025), Powell menilai belum ada urgensi untuk mengambil langkah tersebut meskipun inflasi mulai melandai.

“Saya rasa kita tidak perlu terburu-buru karena ekonomi masih kuat,” ujar Powell. Dirinya menyatakan bahwa tekanan inflasi memang terkendali, namun menegaskan bahwa The Fed perlu lebih banyak data sebelum menyesuaikan arah kebijakan.

Baca Juga: Harga Bitcoin Menanti Kepastian The Fed dan Stabilitas Geopolitik

Pernyataan ini langsung menuai kritik keras dari Presiden Trump. Lewat media sosial, Trump menyebut Powell sebagai “orang yang sangat bodoh dan keras kepala” dan menuding kebijakan The Fed membuat pemerintah AS menanggung beban bunga pinjaman yang tinggi.

Perselisihan ini mencerminkan perbedaan mendasar antara pendekatan teknokratis The Fed dan kepentingan politik pemerintahan. Powell dan para gubernur The Fed lain seperti Christopher Waller dan Michelle Bowman memiliki pandangan yang cenderung berbeda soal waktu yang tepat untuk pemangkasan suku bunga.

Jika Waller dan Bowman terbuka terhadap kemungkinan penurunan pada Juli, Powell lebih menekankan perlunya kehati-hatian.

Dalam beberapa kesempatan, Powell juga menggarisbawahi bahwa ketidakpastian kebijakan tarif dari Gedung Putih menjadi faktor penting dalam pertimbangan mereka. Menurut Powell, tarif yang diterapkan secara sepihak dapat meningkatkan inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

“Dampak tarif akan bergantung pada skala dan durasinya. Kami harus siap dengan berbagai skenario, termasuk risiko inflasi lebih tinggi,” katanya.

Baca Juga: Scott Bessent dan Kevin Warsh Siap Berebut Kursi Gubernur The Fed

Ketegangan antara The Fed dan Presiden bukan kali ini saja terjadi. Namun, kali ini situasinya diperparah oleh ketidakpastian arah ekonomi global dan kebijakan dagang yang fluktuatif dari pemerintahan Trump.

Meski imbal hasil obligasi dan nilai dolar melemah akibat komentar Powell, pasar tetap memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun. Namun, kepastian masih jauh dari kata final. “Banyak jalan yang mungkin di sini,” tutup Powell.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.