Tarif Baja Naik 50%, Kesepakatan Dagang AS-Inggris di Ujung Tanduk

AKURAT.CO Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menggandakan tarif impor baja dan aluminium dari 25% menjadi 50% mulai 4 Juni 2025, menuai respons diplomatik yang semakin tegang, khususnya dengan Inggris.
Meskipun tarif dari Inggris tetap berada di angka 25%, belum adanya kesepakatan tarif atau kuota baru menjelang tenggat waktu 9 Juli mendatang berpotensi memicu ketegangan lanjutan.
Dikutip dari laman reuters, dalam perintah yang dikeluarkan Trump dan diumumkan secara resmi oleh Gedung Putih, langkah ini disebut sebagai langkah strategis untuk mempertahankan kapasitas produksi baja dan aluminium sebagai kebutuhan pertahanan nasional.
Namun, kebijakan tersebut turut berdampak pada dinamika diplomasi dagang, terutama saat AS dan Inggris sedang berupaya menyusun kerangka kerja baru guna menurunkan hambatan perdagangan logam.
Baca Juga: Sengketa Hukum Tarif Trump Memanas, Kewenangan Presiden Mulai Dipertanyakan
“Sampai ada kesepakatan yang baru, kami akan mempertahankan tarif 25% untuk baja dari Inggris,” ujar Trump.
Dirinya menyiratkan bahwa keputusan tarif selanjutnya sangat tergantung pada hasil negosiasi dua negara.
Ketidakpastian ini terjadi di tengah dorongan Trump untuk menegosiasikan tarif “resiprokal” dengan sejumlah mitra dagang, termasuk Inggris, yang dipandang strategis dalam peta perdagangan transatlantik.
Pakar kebijakan internasional dari Brookings Institution, Michael H. O'Hanlon, mengatakan bahwa langkah Trump berisiko merusak proses negosiasi yang sedang berlangsung.
“Alih-alih mendorong kerja sama, tarif tambahan dapat ditafsirkan sebagai tekanan sepihak yang bisa memperumit dialog dagang,” katanya.
Baca Juga: Impor AS Anjlok Hingga 20 Persen, Tarif Trump Jadi Pemicu Gejolak Rantai Pasok
Belum adanya konsensus mengenai tingkat keringanan bagi baja Inggris hingga kini mengindikasikan bahwa AS kemungkinan akan menggunakan tarif sebagai alat negosiasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









