Akurat

Ekonomi AS Tertekan, Konsumsi Melemah dan Impor Melonjak di Awal 2025

Demi Ermansyah | 31 Mei 2025, 12:30 WIB
Ekonomi AS Tertekan, Konsumsi Melemah dan Impor Melonjak di Awal 2025

AKURAT.CO Ekonomi Amerika Serikat mengalami kontraksi sebesar 0,2% pada kuartal pertama 2025, menurut estimasi kedua dari Biro Analisis Ekonomi (BEA).

Penyusutan ini dipicu oleh pelemahan belanja konsumen dan lonjakan impor yang signifikan, mencerminkan dampak dari kebijakan perdagangan yang tidak menentu.

Dikutip dari laman Reuters, belanja konsumen yang menyumbang sekitar 70% dari PDB AS, hanya tumbuh 1,2% pada kuartal ini, turun dari estimasi awal 1,8% dan merupakan laju terlemah dalam hampir dua tahun terakhir.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sudah Kantongi Kandidat Dubes RI untuk Amerika Serikat

Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya permintaan mobil dan pengeluaran di sektor jasa seperti perawatan kesehatan dan asuransi.

Sementara itu, impor meningkat tajam karena pelaku bisnis AS bergegas mengimpor barang sebelum penerapan tarif baru oleh pemerintahan Trump.

Lonjakan impor ini mengurangi hampir 5 poin persentase dari perhitungan PDB, lebih besar dari proyeksi awal.

Kebijakan tarif yang fluktuatif telah menciptakan ketidakpastian di kalangan pelaku bisnis dan konsumen.

Meskipun beberapa tarif telah dicabut atau ditunda, dan sebagian besar tarif telah diblokir oleh pengadilan perdagangan AS, ketidakpastian tetap tinggi.

Baca Juga: Perkuat Kerja Sama Dagang dan Investasi dengan Amerika Serikat, Kadin Targetkan 200 Ribu Lapangan Kerja Tercipta

Hal ini menyebabkan banyak bisnis menunda ekspansi dan perekrutan, serta konsumen menjadi lebih berhati-hati dalam pengeluaran mereka.

Para ekonom memperkirakan bahwa PDB akan pulih pada kuartal kedua karena bea yang lebih tinggi menghambat impor, dan barang-barang yang telah diimpor akan terakumulasi dalam persediaan yang lebih besar, sehingga mendorong pertumbuhan.

Namun, mereka juga memperingatkan bahwa ketidakpastian kebijakan perdagangan dan fiskal dapat terus membebani pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.