Akurat

Kala Asing Kabur dari Bursa Saham RI, Investor Ritel Jadi Penopang Pasar

Demi Ermansyah | 11 April 2025, 22:55 WIB
Kala Asing Kabur dari Bursa Saham RI, Investor Ritel Jadi Penopang Pasar

AKURAT.CO Investor ritel domestik menunjukkan peran strategis dalam menjaga stabilitas pasar modal Indonesia ketika investor asing melakukan aksi jual besar-besaran.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, dalam webinar bertajuk "Trump Trade War, Menyelamatkan Pasar Modal, Menyelamatkan Ekonomi Indonesia" yang digelar Jumat (11/4/2025).

Menurut Iman, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sekitar Rp3,8 triliun, atau setara dengan 15% dari total nilai transaksi harian sebesar Rp20,9 triliun.

Baca Juga: Pasar Saham Sempat Trading Halt, Dua Instrumen Investasi Ini Layak Dilirik Investor

Aksi tersebut didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Namun yang menarik, lanjut Iman, investor ritel domestik justru melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp3,9 triliun pada hari yang sama.

"Mereka (asing) keluar sebanyak Rp3,8 triliun, dan ternyata yang membeli adalah investor ritel domestik,” ujarnya.

Aksi ini terjadi pada hari pertama perdagangan setelah libur panjang Idulfitri, menandakan kepercayaan investor ritel terhadap pasar domestik.

"Penopang utama pada tanggal 8 April adalah investor ritel domestik,” tambahnya.

Fenomena ini menjadi sinyal positif bahwa investor ritel kini memiliki peran lebih besar dan aktif dalam merespons dinamika pasar.

Baca Juga: Jelang Pelantikan Trump, Pasar Saham dan Obligasi RI Terhantam Gejolak Ekonomi AS

"Mereka tidak hanya sebagai pengikut tren, tetapi juga mampu menjadi penopang utama likuiditas ketika pasar terguncang. Kondisi tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa pasar modal Indonesia semakin dalam dan tidak hanya bergantung pada arus modal asing," paparnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.