Jelang Pelantikan Trump, Pasar Saham dan Obligasi RI Terhantam Gejolak Ekonomi AS

AKURAT.CO Pasar keuangan Indonesia menghadapi tekanan besar setelah yield US Treasury melonjak tajam. Yield obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun mencapai 4,75%, sedangkan tenor 20 dan 30 tahun menembus 5%, jelang pelantikan Trump 20 Januari 2025 mendatang.
Sehingga kondisi ini menyeret harga saham dan obligasi Indonesia turun. Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,13% ke level 7.078 pada sesi perdagangan Senin pagi.
Saham-saham perbankan, seperti BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI menjadi yang paling terdampak akibat aksi jual besar-besaran oleh investor.
Baca Juga: Mantap, Kabinet Baru Prabowo Beri Sentimen Positif ke Pasar Saham
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








