Akurat

Airlangga: IHSG Naik 20 Persen, Indikator Makro RI Tetap Positif

Andi Syafriadi | 16 Desember 2025, 07:50 WIB
Airlangga: IHSG Naik 20 Persen, Indikator Makro RI Tetap Positif

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melaporkan kondisi indikator ekonomi makro Indonesia hingga akhir tahun masih berada dalam jalur positif.

Stabilitas tersebut tercermin dari kinerja pasar keuangan yang menguat, khususnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencatatkan rekor tertinggi sejak awal tahun.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025), Airlangga menyampaikan bahwa IHSG mengalami kenaikan signifikan sepanjang tahun berjalan.

Secara kumulatif, indeks saham acuan tersebut naik sekitar 20% sejak Januari dan menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia.

Baca Juga: Gandeng Kemenko Ekonomi, Shipper Semarakkan Hari UMKM Nasional 2022

Menurut Airlangga, penguatan pasar keuangan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.

Dirinya menilai stabilitas makro dan kebijakan yang konsisten menjadi faktor penting yang menopang kinerja pasar modal Indonesia.

Dari sisi eksternal, kinerja perdagangan luar negeri juga dinilai tetap solid. Neraca perdagangan Indonesia hingga periode terakhir masih membukukan surplus sebesar USD2,39 miliar, yang menunjukkan daya saing ekspor nasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Selain itu, transaksi berjalan Indonesia pada 2025 juga dilaporkan mencatatkan surplus sekitar USD4 miliar. Meski demikian, Airlangga mengakui masih terdapat tantangan di sektor keuangan yang mengalami defisit sekitar USD8,1 miliar, seiring dengan arus modal dan pembiayaan global yang fluktuatif.

Baca Juga: Airlangga Bidik Transaksi Harbolnas 2025 Tembus Rp35 Triliun

Ketahanan eksternal Indonesia juga diperkuat oleh posisi cadangan devisa yang tetap tinggi. Airlangga menyebut cadangan devisa nasional berada di kisaran USD150 miliar, yang dinilai cukup untuk menopang stabilitas nilai tukar serta pembiayaan impor dan utang luar negeri.

Dari sektor keuangan domestik, kinerja perbankan masih menunjukkan tren ekspansif. Pertumbuhan kredit tercatat sebesar 7,36%, mencerminkan intermediasi perbankan yang terus berjalan dan mendukung aktivitas dunia usaha maupun konsumsi masyarakat.

Sementara itu, dari sisi kebijakan fiskal, uang primer yang digelontorkan pemerintah tercatat tumbuh 13,3% atau setara Rp2.136 triliun. Peningkatan tersebut mencerminkan peran belanja pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Airlangga menilai realisasi anggaran kementerian dan lembaga juga berjalan relatif baik. Efektivitas belanja negara tersebut dinilai turut memberikan dorongan terhadap kinerja ekonomi, khususnya pada paruh kedua tahun ini.

Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% pada tahun ini dapat tercapai. Bahkan, Airlangga memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV berpotensi meningkat dan berada di atas level 5,4%.

“Dampaknya akan positif, baik untuk tahun ini maupun tahun depan. Dengan penggunaan anggaran yang baik dan indikator makro yang terjaga, kami optimistis target pertumbuhan 5,2 persen tahun ini dapat tercapai,” ujar Airlangga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
A