Akurat

Eskalasi Perang Dagang Kian Meluas, China Perluas Jangkauan Investor Global

Demi Ermansyah | 30 Maret 2025, 11:30 WIB
Eskalasi Perang Dagang Kian Meluas, China Perluas Jangkauan Investor Global

 

AKURAT.CO Presiden China, Xi Jinping dalam upayanya menarik lebih banyak investor global kembali mengundang para pemimpin bisnis dunia ke Beijing untuk menyampaikan komitmennya terhadap keterbukaan ekonomi.

Disebutkan dalam pertemuan tersebut, dihadiri lebih dari 40 eksekutif dari berbagai sektor bisnis raksasa di seluruh dunia, hal tersebut semakin menegaskan bahwasanya China sangat serius ingin menghapus proteksionisme global.

Dikutip dari laman reuters, pertemuan tersebut diadakan pasca Amerika Serikat meningkatkan perang dagang dengan China, sehingga memicu reaksi keras dari Uni Eropa dan sekutu lainnya.

Baca Juga: Trump Ubah Haluan! Siap Kurangi Tarif China Demi Akuisisi Platform TikTok

Dalam pidatonya, Xi mengkritik negara-negara yang menerapkan proteksionisme dengan membangun hambatan tarif dan menjadikan bisnis sebagai alat politik.

Walaupun dirinya tidak menyebut negara tertentu, pernyataannya jelas ditujukan kepada kebijakan perdagangan AS yang semakin menjadi-jadi.

Sebagai bagian dari strategi ekonominya, Xi berjanji untuk meningkatkan akses pasar bagi perusahaan asing dan menciptakan kebijakan yang lebih stabil serta transparan.

"Kami menyediakan lingkungan kebijakan yang transparan, stabil, dan dapat diprediksi, kami akan membuat China menjadi negara tujuan favorit bagi para investor asing yang ingin menanamkan modalnya disini," ujar Xi Jinping.

Baca Juga: PM Li Qiang Bongkar Strategi China Lawan Guncangan Ekonomi Dunia!

Langkah tersebut diambil oleh Xi, sebagai respons terhadap anjloknya investasi asing ke China tahun lalu ke titik terendah dalam lebih dari tiga dekade. Oleh karena itu dengan semakin meningkatnya ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi, China berusaha untuk memperkuat daya tariknya sebagai pusat bisnis global.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.