Trump Ubah Haluan! Siap Kurangi Tarif China Demi Akuisisi Platform TikTok

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali membuat kejutan. Kali ini, dirinya mengisyaratkan kemungkinan menurunkan tarif impor untuk China demi mendapatkan restu akuisisi platform TikTok kepada perusahaan Amerika.
“Setiap poin dalam tarif sebetulnya lebih berharga daripada TikTok, namun mengingat TikTok saat ini memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap kemajuan ekonomi, maka kami bersedia menurunkan tarif ke China demi mendapatkan aplikasi tersebut,” ujar Trump dikutip dari laman business insider.
Tak sampai disitu, dirinya juga mengakui bahwa TikTok memainkan peran penting dalam menjangkau pemilih muda selama kampanye Pilpres 2024 kemarin.
Oleh karena itu, Trump sedang berusaha menyelamatkan aplikasi tersebut dari potensi pemblokiran di AS dengan memastikan kesepakatan penjualannya berjalan mulus melalui penurunan tarif yang akan diberlakukan ke Beijing.
Baca Juga: Trump Siap Balas Tarif, Industri Otomotif Global Makin Ketar-ketir
Seperti yang diketahui, saat ini, ada beberapa nama besar yang masuk dalam bursa calon pembeli TikTok, termasuk salah satu pendiri Reddit, Alexis Ohanian, hingga seorang YouTuber populer, MrBeast.
Tak hanya mereka saja, raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Oracle Corp dikabarkan juga tengah mempertimbangkan proposal akuisisi yang mencakup jaminan keamanan data serta kepemilikan minoritas di entitas baru berbasis di AS.
Namun, masalah terbesar tetap ada pada algoritma TikTok. Jika ByteDance diizinkan mempertahankan kontrol atas algoritma tersebut, China kemungkinan lebih bersedia menyetujui penjualan.
Sayangnya, skenario ini bisa berbenturan dengan undang-undang divestasi yang disahkan Presiden Joe Biden tahun lalu.
Tenggat Waktu Akuisisi Makin Dekat, Trump Kian Optimistis
Beberapa waktu lalu, Trump menegaskan bahwa negosiasi TikTok harus rampung paling lambat pekan depan. Meski demikian, Trump tetap membuka peluang untuk memperpanjang batas waktu jika kesepakatan belum tercapai.
“Kita akan memiliki bentuk kesepakatan tertentu, tetapi jika belum selesai, itu bukan masalah besar. Kita hanya akan memperpanjangnya,” ujarnya.
Baca Juga: Trump Siap Berikan Tarif Balasan, Akankah Lebih Manusiawi atau Sekadar Manuver Politik Saja?
TikTok sebenarnya sudah hampir ditutup di AS awal tahun ini, tetapi perintah eksekutif Trump menunda penerapan larangan tersebut selama 90 hari hingga 5 April 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 8Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









