Impor Merosot Tajam, Stabilitas Ekonomi China Kian Diuji

AKURAT.CO Kala China alami peningkatan signifikan terhadap sektor ekspornya, impor negari Panda tersebut justru mengalami penurunan tajam sebesar 8,4% pada awal 2025.
Sehingga kondisi tersebut mengindikasikan lemahnya permintaan domestik dan memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas ekonomi global. Jika mengacu kepada data Administrasi Umum Bea Cukai China, melaporkan penurunan impor yang signifikan tersebut membawa pembelian barang dari luar negeri ke titik terendah sejak 2020.
Tentunya kondisi tersebut dianggap sebagai refleksi nyata dari lesunya konsumsi dalam negeri serta belum pulihnya sektor properti, yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian China.
“Data ini menunjukkan bahwa ekonomi domestik China masih rapuh. Lemahnya permintaan dalam negeri menjadi sinyal buruk, tidak hanya bagi China, tetapi juga bagi perekonomian global yang sangat bergantung pada aktivitas industri dan konsumsi di sana,” ucap ekonom Bloomberg Economics, Eric Zhu dikutip dari laman bloomberg.
Baca Juga: Hiraukan Tarif Konyol Trump, China Siap Pasang Target Ambisi Pertumbuhan Ekonomi
Bahkan pelemahan impor tersebut, lanjut Eric, bertepatan dengan upaya pemerintah Beijing yang tengah berjuang memperluas defisit anggaran untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5% tahun ini.
Meski ekspor meningkat, ketergantungan China pada perdagangan global membuat negara tersebut rentan terhadap dampak perang dagang berkepanjangan.
China sendiri masih menghadapi resiko besar jika Amerika Serikat terus menaikkan tarif. Dimana ekspor menyumbang hampir sepertiga dari pertumbuhan ekonominya tahun lalu, sehingga setiap hambatan baru dalam perdagangan internasional dapat berdampak langsung pada kinerja ekonomi nasional.
Selain itu, banyak produk China masuk ke pasar AS melalui negara ketiga seperti Vietnam dan Meksiko. Jika rantai pasok ini terganggu, bukan tidak mungkin krisis ekonomi domestik China makin dalam, sekaligus memicu efek domino bagi negara mitra dagangnya.
Kondisi ini menjadi peringatan bagi dunia, bahwa tekanan terhadap ekonomi China tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga berpotensi menyeret perekonomian global menuju ketidakpastian baru di tengah tantangan geopolitik yang semakin kompleks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik









